Sunday, April 20, 2014

Puisi Di Ruang Tunggu | Moh. Wan Anwar


Di Ruang Tunggu
Moh. Wan Anwar

kita duduk berdua saja
kau tamu, aku tamu juga di sini
ke mana tuan rumah, tanyamu

lantas kita pun berkenalan
lewat bahasa yang tak kumengerti
meski aku paham isyarat sorot mata
dan kulit muka yang kelabu

kita sama-sama menatap ke luar jendela
di sana kemiskinan gemetar membuka taring-taringnya
kabut mencium kota. Kaca tiba-tiba basah

tapi tak ada Marx dan Engels di sini, katamu
ya, tak ada para buruh yang diramalkan itu

Bandung, 1993


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Ruang Tunggu | Moh. Wan Anwar dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Ruang Tunggu | Moh. Wan Anwar ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-di-ruang-tunggu-moh-wan-anwar.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Ruang Tunggu | Moh. Wan Anwar Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Di Ruang Tunggu | Moh. Wan Anwar salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |