Tuesday, March 18, 2014

Puisi Syair Kesedihan | Cecep Syamsul Hari


Syair Kesedihan
Cecep Syamsul Hari

Kusadari malam itu, matamu kata-kata.
Pohon cemara sendiri dalam hujan,
mengubah kelopak-kelopak airmata jadi permainan cahaya.

Aku melihat seorang anak perempuan pada matamu yang ragu.
Mencoba helai demi helai sayap rapuh kupu-kupu;
bermimpi menyihir batang cemara
jadi sepotong coklat raksasa.

Hidup dan mati seorang penyair berkawan kata-kata.
Kata adalah ruh dan keajaiban;
keriangan dan kesedihan.

Sebab matamu kata-kata
malam itu, aku menjadi seorang pencinta.

Kutanggalkan tubuh penyairku dan kuciumi wangi
kerudung rambutmu.

Dari dunia yang murung,
Zamzam berkata, "Penyair tidak sedih karena ditinggalkan."

Tidak. Penyair adalah pemburu kesedihan.

Bagi penyair, kesedihan yang sempurna
sorga yang dijanjikan.

Hanya pencinta yang tidak pernah bersedih
karena ia tahu kelak akan ditinggalkan.

Seorang penyair dan seorang pencinta
mengembara dalam tubuhku.

Maka biarkan
kuiris matamu dengan puluhan kecupan.

Lukai aku dengan kesedihan.

1996-2006

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Syair Kesedihan | Cecep Syamsul Hari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Syair Kesedihan | Cecep Syamsul Hari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/03/puisi-syair-kesedihan-cecep-syamsul-hari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Syair Kesedihan | Cecep Syamsul Hari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Syair Kesedihan | Cecep Syamsul Hari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |