Sunday, March 2, 2014

Puisi Setiap Pagi "di Jakarta" | Yan Ari


Ilustrasi

Setiap Pagi
(di Jakarta)
Yan Ari

Setiap pagi, Kakiku hanya tau jalan – jalan yang tergenang,
Setiap pagi, Telingaku hanya mendengar lengking ngengat tanpa sayap berparade
Setiap pagi, Mataku pertanda sesal, tertumbuk pohon mati nan busuk
Setiap pagi, Hidungku mencium panasnya udara hitam malam.
Entah sampai kapan kutulis hari – hari ini
Semua terasa sangat sulit dicapai,
bahkan sangat aneh ketika harus kubaca lagi
Seperti memaki hidup sendiri.

Jakarta 06 Februari 2014


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Setiap Pagi "di Jakarta" | Yan Ari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Setiap Pagi "di Jakarta" | Yan Ari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/03/puisi-setiap-pagi-di-jakarta-yan-ari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Setiap Pagi "di Jakarta" | Yan Ari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Setiap Pagi "di Jakarta" | Yan Ari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |