Monday, February 17, 2014

Puisi Perbawati - Sukabumi | Slamet Sukirnanto


Perbawati - Sukabumi
Slamet Sukirnanto

Karena mendung tergeser dari langit
Tundalah kantukmu barang sejam
Mari! Mengurai cahya terang di bukit
Tubuh menggigil dan dingin yang menggigit
Sebelum tiba saatnya
Api pendiangan bakal padam
Bakal kehilangan hangatnya bara
Sebab dalam kegelapan itu
Antara kita tiada mampu
Melahirkan kata-kata
Jiwa dan jiwa yang mengembara
Entah ke Sorga entah ke mana?
Bicaralah lidah yang arif
Adakah kau bawa dendam itu juga
Yang memberat dari pusat kota.
Di sini di antara dua bukit
Percakapan telah bangkit
Dari lembah yang dalam
Mengatas menggapai awan
Mengurai kisah dan peristiwa
Mengeja kembali yang lampau
Dan meraih yang remang
Yang bakal datang
Seperti udara dingin
Mendobrak tulang
Di tengah senyap malam
Ada yang tetap menggetarkan batinmu!
Bicaralah lidah yang arif
Adakah kau bawa dendam itu juga
Yang memberat dari pusat kota?

Perkemahan Budaya Perbawati – Sukabumi, 27 Oktober 1977

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perbawati - Sukabumi | Slamet Sukirnanto dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perbawati - Sukabumi | Slamet Sukirnanto ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-perbawati-sukabumi-slamet.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perbawati - Sukabumi | Slamet Sukirnanto Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Perbawati - Sukabumi | Slamet Sukirnanto salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |