Monday, February 17, 2014

Puisi Pensil, Pena dan Puisi | Yan Ari


Pensil, Pena dan Puisi
Yan Ari

Asap yang membenci,
tubuh yang celaka,
tak bakal tau apa jadinya.

Bagai madu dalam beku
racun dan candu,
O, api dan tembikar yang terbakar

terbata sendiri,
jadi sebatang ini
dekat meja dan kursi
mendandan,
pena :
puisi.

September 2013


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pensil, Pena dan Puisi | Yan Ari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pensil, Pena dan Puisi | Yan Ari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-pensil-pena-dan-puisi-yan-ari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pensil, Pena dan Puisi | Yan Ari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Pensil, Pena dan Puisi | Yan Ari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |