Monday, February 17, 2014

Puisi Dua Malam | Yan Ari


Dua Malam
Yan Ari

1

Mataku yang masih muda belia, meredup seketika
diamuk keonaran hati,
memecah malam jadi dua :

Malam Pertama;
Dekapan pelukmu di malam buta
Lengkapi kebutuhan malam indah tersaji
Larutkan darah dan kelenjar-kelenjar kering beku
yang gumpalnya rabai pagu esok hari

bulan membulat cinta
Jauh dalam terpendam
Mengalirkan darah memerah di pipi,
Kucubit juga,
Ah… kau ini
Boneka ataukah manusia?
Jadi sajalah kau candi yang hanya bisa dipuja

Malam ke -2 ;
Astaga kelenjar – kelenjar tak berdosa dalam tubuh menggeladak
Meminta diri kembali bersama
yang malam pertama hanya punya berdua

2
sehari saja tak jumpa
bukan saja sia- sia, Dinda
bahkan kerinduan ini bakal tiada terderita lagi

Juli 2013


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Dua Malam | Yan Ari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Dua Malam | Yan Ari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-dua-malam-yan-ari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Dua Malam | Yan Ari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Dua Malam | Yan Ari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |