Friday, February 28, 2014

Puisi Ketika Mendengar Tangis | Piek Ardijanto Soeprijadi


Ketika Mendengar Tangis
Piek Ardijanto Soeprijadi

kaudengarkah tangis bocah itu sejak tadi
suaranya menebari desa sunyi
merambati bibirbibir air sepi
mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali

ajaklah kemari kita bawa nembang gambang suling
di tepi rawa pening begini hening
sementara dari dangau kita menghalau gelatik dan pipit peking
yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai menguning

jiwanya kan terajun tembang kita
raganya kan terselimuti udara begini segarnya
pasti sebentar saja dia pulas di sini
meski jarumjarum mentari lepas menusuki kulit bumi

biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu
sementara kita terus berlagu
barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang indah
tentang dunianya yang sumringah

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Mendengar Tangis | Piek Ardijanto Soeprijadi dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Mendengar Tangis | Piek Ardijanto Soeprijadi ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-ketika-mendengar-tangis-piek.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Mendengar Tangis | Piek Ardijanto Soeprijadi Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Ketika Mendengar Tangis | Piek Ardijanto Soeprijadi salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |