Tuesday, February 4, 2014

Puisi Cahaya Satu | Budhi Setyawan


Cahaya Satu
Budhi Setyawan

Wahai roh yang melayang-layang
bersayap lamunan

lewati perkampungan sepi
sehabis hujan
gelap menggandeng dingin

getar-getar mendesak-desak permukaan nafas
dalam permenungan
mencari seutas tali

gema langkah suara
memijit langit menelusup ke sumsum tulang

kepakan terus melambai
menuju titik nadir
lalu…
yang ada cahaya
Ya Ca-ha-ya

Jakarta, 24 Februri 2002

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Cahaya Satu | Budhi Setyawan dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Cahaya Satu | Budhi Setyawan ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-cahaya-satu-budhi-setyawan.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Cahaya Satu | Budhi Setyawan Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Cahaya Satu | Budhi Setyawan salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |