Monday, January 20, 2014

Puisi Musnah | Yustan Aziddin


Musnah
Yustan Aziddin

bagi manusia yang tiada pernah menghitung hari
ada-ada saja helah menyangkal tua
hanya pagi anugerah lereng gunung dan mentari
bersayap mencecap nikmat pada pagi kian menua

adakah yang lebih kocak dari permainan hati ke hati
kasihku, karenamu kulanda pagar berduri
tapi remaja tiada baka dan pergi tidak kembali
kerut yang dalam pada dahi tinggal bersama mimpi

kata-kata tiada pembatasan dan diri
boleh mencemplung timbul tenggelam di alam sangsi
antara derita kian mendalam dan terang di kabut pagi
hati siapa tiada musnah dijilat api?

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Musnah | Yustan Aziddin dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Musnah | Yustan Aziddin ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-musnah-yustan-aziddin.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Musnah | Yustan Aziddin Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Musnah | Yustan Aziddin salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |