Friday, January 24, 2014

Puisi Di Malioboro | Goenawan Mohamad


Di Malioboro
Kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang dibunuh di tahun 1965
Goenawan Mohamad

Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh
di sisi benteng Vriedenberg

Siapa namamu, kataku, dan kau bilang:
Kenapa kau tanyakan itu.

Malam mulai diabaikan waktu.
Di luar, trotoar tertinggal.

Deret gedung bergadang
dan lampu tugur sepanjang malam

seperti jaga untuk seorang baginda
yang sebentar lagi akan mati

Mataram, katamu, Mataram …

Ingat-ingatan pun bepercikan
-- sekilas terang kemudian hilang – seakan pijar
di kedai tukang las.

Saya coba pertautkan kembali
potongan-potongan waktu
yang terputus dari landas.

Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya

Di atas bintang-bintang mabuk
oleh belerang

kepundan seperti sebuah radang

dan bulan dihirup hilang
kembali oleh Merapi

Trauma, kau bilang
(mungkin juga, “Trakhoma”?)
membutakan kita

Dan esok los-los pasar
akan menyebarkan lagi warna mainan kanak
dari kayu: boneka-boneka pengantin
merah-kuning dan rumah-rumah harapan
dalam lilin.

siapa namamu, tanyaku
Aku tak punya ingatan untuk itu, sahutmu.

1997

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Malioboro | Goenawan Mohamad dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Malioboro | Goenawan Mohamad ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-di-malioboro-goenawan-mohamad.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Malioboro | Goenawan Mohamad Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Di Malioboro | Goenawan Mohamad salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |