Monday, January 20, 2014

Puisi Awan Hitam | Jalaluddin Rumi


Awan Hitam
Jalaluddin Rumi

Luluhkan dirimu
Luluhkan dirimu dalam cinta
Ketika kau luluhkan dirimu dalam cinta
akan kau temukan segalanya

Luluhkan dirimu
Luluhkan dirimu
Jangan takut kehilangan
Karena engkau akan bangkit dari atas tanah
dan memeluk surga abadi

Luluhkan dirimu
Luluhkan dirimu
Larikan dirimu jauh-jauh dari bentukan tanah
Sebab tubuhmu adalah belenggu
maka engkau narapidana
Lemparkan dirimu keluar dari tembok penjara
dan berjalanlah bersama para raja dan pangeran

Luluhkan dirimu
Luluhkan dirimu di telapak kaki Raja yang mulia
Ketika kau luluhkan dirimu di hadapannya
engkau akan menjadi Raja

Luluhkan dirimu
Luluhkan dirimu
Berlarilah dari awan hitam yang menyelubungimu
Akan kau lihat cahayamu sendiri
bersinar seterang cahaya purnama

Sekarang masukilah kesunyian
Inilah jalan yang paling bisa kau percayai
untuk meluluhkan dirimu ...

Seperti apakah hidupmu, seperti apa? - Bukan apa-apa
selain perjuanganmu melawan seseorang
Bukan apa-apa, selain pelarianmu dari kesunyianmu

Siapa yang mengatakan bahwa yang abadi telah mati?
Siapa yang mengatakan bahwa Cahaya hidup telah redup?
Musuh matahari tinggal di atas atap
Dengan mata terpejam ia berteriak lantang,
"Matahari yang terang benderang telah mati!"

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Awan Hitam | Jalaluddin Rumi dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Awan Hitam | Jalaluddin Rumi ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-awan-hitam-jalaluddin-rumi.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Awan Hitam | Jalaluddin Rumi Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Awan Hitam | Jalaluddin Rumi salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |