Monday, December 16, 2013

Puisi Kitab Pelarian | Zen Hae


Kitab Pelarian
Zen Hae

tidurku masih disesaki kemarahan langit
sebelas malaikat menghardik-meludah di angkasa
: sawan bayi di kandungan, mendidih air di bendungan

empat puluh hari sehabis mimpiku, tuan hakim
kota tanpa pengiman itu akan luluh-lantak
bumi diremas langit diayak – awan serupa dedak

dan aku mencium maut dan aku menuju laut

di dasar laut – di perut seekor ikan besar
aku beriman dalam kegelapan pijar.
menulis selarik ayat
seirama degup perih jantungku. mengukir ketakutanku
pada dinding-dinding karang merah tua
kelak para penyelam, para pemburu hikayat
akan membaca pengakuanku:

“kenapa ia memilih si lemah hati sepertiku?
kenapa ia menitipkan kota tua padaku?”

sepuluh jari tanganku
tak cukup untuk sebuah kota
pun untuk seorang sahaya atau seekor ulat
aku hanya ingin menyendiri di pondokku – di timur kota
akan kutanam pohon paling rindang
dan kupiara beberapa ekor ternak

tapi mereka menangkapku pada suatu pagi
tapi apa gunanya kalian memintaku kembali?

“yunus, tuan layak marah sampai mati
sebab kota besar itu urung dihancurkan”

1993

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kitab Pelarian | Zen Hae dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kitab Pelarian | Zen Hae ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/12/puisi-kitab-pelarian-zen-hae.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kitab Pelarian | Zen Hae Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Kitab Pelarian | Zen Hae salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |