Monday, December 9, 2013

Puisi Di Halte Malam Jatuh | Zen Hae


Di Halte Malam Jatuh
Zen Hae

akhirnya, aku mahir menggambar hujan
menirukan langkah-langkah pulang
menulis reklame-reklame sunyi dan menempelnya
di bebatang pohon sepanjang jalan
dan di sebuah tikungan tujuh kelopak bintang
gugur sebelum pagi kembali
“bus yang penuh sesak itu akan berangkat?”
tanyamu. orang-orang masih terus mengembara
tak ada bintang di langit
: nujuman nasib, kompas para kafilah
di mana-mana kautanam bendera. aku ingin
berkibar-kibar mengikut gelombang hujan
menjejaki liang rahasia sepanjang uluran senja
tetapi, duh, selalu ada yang kauisyaratkan
lewat deru angin yang tertahan di awal musim
aku jadi terbiasa menyimpan cinta
di batu-batu. mungkin besok
akan menjelma gadis kecil
yang belajar mengeja kata-kata bunga
aku akan menunggunya, memberinya ciuman
menyematkan melati (dan belati)
“dan bus itu,” kataku, “akan berhenti di terminal
yang tak ada bintang.” seperti usia
kota-kota lapar. letih dan tidur
tik…tik…tik… hujan menombaki senja
malam jatuh dengan ubun terluka

1992


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Halte Malam Jatuh | Zen Hae dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Halte Malam Jatuh | Zen Hae ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/12/puisi-di-halte-malam-jatuh-zen-hae.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Halte Malam Jatuh | Zen Hae Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Di Halte Malam Jatuh | Zen Hae salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |