Thursday, December 6, 2012

Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya


Kita Berdua Duduk; Tiba-tiba Kau Bertanya
Bunyamin F. Syarifudin

Kita berdua duduk
Tiba-tiba kau bertanya tentang Ia
Aku bilang ada, kau bilang hilang
Aku bilang di nadi, kau bilang tak berdetak

Aku bilang, ”mari kita menghela nafas dulu.”
Kau malah terengah-engah, tak sabaran
Aku bilang, ”mari kita memesan riak air untuk rasa haus kita.”
Kau malah mengeringkan kerongkongan

Aku memesan adzan yang bersembunyi di mushola-mushola
Kau memesan rintik hujan yang mengiris pelangi
Aku memesan malam yang dirindu para Molana
Kau memesan lembayung yang memerah dan bertanduk

Aku makan wafak-wafak pelipur rindu
Kau jalin huruf-huruf menjadi sihir

Kita berdua duduk
Pada sepi yang purba
Aku bilang, “mari kita cari rumah Ia, di Qalbu!”

;kau tertidur lelap

2010
http://www.pikiran-rakyat.com/node/144117?page=1

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2012/12/puisi-kita-berdua-duduk-tiba-tiba-kau.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Kita Berdua Duduk, Tiba-tiba Kau Bertanya salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |