Monday, September 24, 2012

Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga


Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga
Gunawan Wibisono

(1)

Ketika muazin maghrib membuka pintu-pintu berbuka.
Para setan bergegas menghadap kehadirat Allah SWT.
Mereka menghiba mengajukan permohonan bebas bersyarat.
Mohon diperkenankan “cukup satu jam saja” turun ke dunia.
“Menggoda orang beriman yang tengah berbuka puasa”.

(2)

Lalu, apa yang terjadi ?
Para setan berdesakan memenuhi gelas-gelas berisi es dan cendol.
Para setan berdesakan memenuhi hidangan hangat di ruang nafsumu.
Lalu …
“Para setan tertawa terbahak-bahak menyaksikan gembulnya perutmu”.

(3)

Kalau begitu yang terjadi …
Terfikirkan-kah olehmu.
Untuk apa engkau bersusah-payah berpuasa di bulan ramadhan ?
Engkau hanya memperoleh ganjaran lapar dan dahaga.
Dan balas dendam sepuasnya selepas berbuka.
Tahukah engkau bahwa sesungguhnya ..
Semua itu adalah ”siksa neraka” yang nyata ?

(4)

Satu jam berlalu begitu cepat.
“Panggilan shalat isya dan tarawih-pun” berkumandang.
Para setan tunduk-patuh pada perjanjiannya dengan Tuhan.
Mereka kembali dirantai dengan panasnya gelegak api neraka.
“Namun tertawa terbahak-bahak penuh kemenangan”

29 Juli 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2012/09/puisi-ketika-shiyam-mu-menangis-pilu-di.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Ketika Shiyam-mu Menangis Pilu di Pintu Syurga salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |