Friday, February 17, 2012

Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah


Pasar Malam
Umar Fauzi Ballah

kalau bukan nenek renta
memanggul kacang basah
anak-anak belia menjinjing kacang kering
malam tambah dingin yang terkelupas
terkulai gemigil
tak hendak melepas kancing
dan jejak mereka gemerincing
di podium mimpi-mimpi kian berhembus makin sesak karena
belum ada yang beranjak
sementara si belia dan si renta
tak menghiraukannya terdesak pada laba yang kian melonjak
seseorang kemudian membacakan puisi
seperti membaca talkin dengan pasang indera bertanya-tanya
"antara pencari nafkah dan tukang khotbah
apakah seperti lentera dengan cahaya
atau lentera dengan jelaga?"
nasib telah mempertemukan mereka embun menjadi saksi
dan menertawakannya sementara bintang membasahi
mimpi-mimpi memungkasi jalan-jalan terlelap di ujung mata

Surabaya, 2008

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2012/02/puisi-pasar-malam-umar-fauzi-ballah.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Pasar Malam | Umar Fauzi Ballah salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |