Wednesday, January 13, 2016

Puisi Mencinta | Rai Sri Artini



ilustrasi

Mencinta
: Benny T
Rai Sri Artini

Pernah kita sepakat  menuntaskan kerisauan
Pernah kita berjanji  meninggalkan kecemasan
hanya bahagia dan syukur yang kita pilih
meski dalam pekat malam sekalipun
kita tetap menyetiai semesta karena di altarnya kita bersumpah setia

tak ada air mata yang sembunyi dalam lipatan hari
tak ada cemburu yang menggenapkan riak hujan apalagi mencemburui sikap
Perjalanan, meski berliku namun kita menikmatinya

Katamu, kita memilih tersenyum saja
Ditiap simpang jalan, kita mengambil nafas menghitung jejak untuk terus mengambil pijak
Dalam jeda  kita rajin mengamati segala rasa yang berdedah dalam nampan waktu
Kadang kita menjelma angin, hujan. Kadang diam-diam menganyam mimpi dalam senyap

dalam kesenyapan selalu kau sampirkan rindu
atau menulis bait-bait mentari dikeningku
kita tak pernah menyamarkan pedih dan kehilangan
hanya menegaskan sekulum senyum
menegakkan kepala dalam segala musim

pernah kita sepakat menulis tubuh semesta dengan air
air puisi yang mendiruskan kesejukan agar jiwa jiwa bangkit
menemui langit
langit mahaluas  tak berbatas
seperti kulum rindumu di keluasan hatiku

( April 2015)

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mencinta | Rai Sri Artini dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mencinta | Rai Sri Artini ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2016/01/puisi-mencinta-rai-sri-artini.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mencinta | Rai Sri Artini Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Mencinta | Rai Sri Artini salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |