Tuesday, April 1, 2014

Puisi Jalan Lengang | Juniarso Ridwan


Jalan Lengang
Juniarso Ridwan

sepeda-sepeda tua berkarat,
di sepanjang jalan memucat,
hanya lengang mengalir

di ujung jalan menanjak,
ada pelataran sebuah basilika,
gerimis membentuk lingkaran senja,
dan bulu matamu meneteskan sepi

di hutan-hutan albino,
ada lembah subur tubuhmu,
di sana api berdendang,
lalu urat-urat berdenyut,
mengitari puting beranting

(jelas, kamu tak suka. Kamu tak rela)

di atas aspal berdebu,
serpihan muasal membeku,
daun-daun busuk berserakan,
dan hanya jejak sepatumu,
tersisa dari tiupan angin.

2005

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Jalan Lengang | Juniarso Ridwan dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Jalan Lengang | Juniarso Ridwan ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-jalan-lengang-juniarso-ridwan.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Jalan Lengang | Juniarso Ridwan Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Jalan Lengang | Juniarso Ridwan salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |