Saturday, April 12, 2014

Puisi Hari yang Bergemuruh | Juniarso Ridwan


Hari yang Bergemuruh
Juniarso Ridwan

nyonya Margho membaca surat itu sekali lagi,
halilintar menjalar di benaknya, badai pun
mendera kerongkongan. Surat itu seperti api
membakar deretan gedung, lalu arang
yang ditinggalkannya menjelma dirinya. Dalam renta,
sendiri porak-poranda.

“umur suamiku bagaikan lelehan lilin, mengalir dan
kemudian menguap, entah ke mana,” tangisnya
merambat, membasahi tanah, menghanyutkan
kenangan.

sekali ini ia menyadari, batu pun bisa diajak bicara,
pohon-pohon bisa mendengar keluhannya, dan angin
menjadi sahabat paling setia. Lolongan anjing kembali
mengingatkannya akan ladang gandum yang subur,
hamparan keju yang harum, atau gemeretaknya kayu
di perapian.

dibangunnya sebuah angan-angan, pesta penuh riang,
kopi hangat mengiringi obrolan ringan, dan semua tamu
dengan sopan saling bertegur sapa. Sambil mengelus popor
senjata, ia tersenyum getir.

“hari ini, memang perang belum usai,” gumamnya.

1999

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Hari yang Bergemuruh | Juniarso Ridwan dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Hari yang Bergemuruh | Juniarso Ridwan ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-hari-yang-bergemuruh-juniarso.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Hari yang Bergemuruh | Juniarso Ridwan Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Hari yang Bergemuruh | Juniarso Ridwan salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |