Saturday, February 15, 2014

Puisi Yang Pernah Mesra | Yan Ari


Yang Pernah Mesra
Yan Ari

Kau yang pernah sekamar, dan mesra, duduk satu kursi,
Bercengkrama
aku berbisik – dan kau berkata :
Tapi tuan hari masih berlanjut kata orang,
Dilaut masih banyak perahu yang terkantung – kantung,
tanpa arah dan tujuan
Apakah tuan kelak juga kan semacam itu, nahkoda yang hanya menyerahkan sepenuhnya pada laut?,
Pada arah angin?,
Tuan, dada tuan menggembung,
Tentu aku tak ragu. Tapi bukankah semacam itu juga seorang lelaki mencinta?,
Keras bagai karang, amuk bagai badai,
Hamba hanya sepotong perahu yang terapung, yang mungkin Tuan terjangkan pada karang dan koyak hancur jadi keping.
Tuan sungguh semacam itu telah ada dari zaman manusia.
Tuan hidupku tak ragu, hendak kuserahkan padamu bukan?
Tapi laut dan angin ini pasti kan banyak menggoda,
Tuan,
jika suatu saat angin kan mengelus tengkuk sampai belikat,
Dan laut datang dengan tenang berayun,
Ingatlah, bukankah tuan sedang dalam perahu?.

Jakarta, Februari 2014


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Yang Pernah Mesra | Yan Ari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Yang Pernah Mesra | Yan Ari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-yang-pernah-mesra-yan-ari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Yang Pernah Mesra | Yan Ari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Yang Pernah Mesra | Yan Ari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |