Friday, February 21, 2014

Puisi Takwil yang Ke-13 | Mardi Luhung


Takwil yang Ke-13
mail yang tak bisa digoda
Mardi Luhung

Di akhir sajak: ada pelantikan, takzim dan kemuliaan
dan yang nyelonong: tai, borgol dan pecundang
di luar itu semua, ternyata dunia masih biasa-biasa saja,
orang-orang puasa, main sandiwara, sesekali merayu,
dan sesekali yang lain menggertak: “Bangsat!”

dan turunan-dari-yang-asal, atau yang-berekor, memang
ahli siasat dan debat, seahli mereka naik-turun pohon
dan keluar-masuk lorong, lalu sesekali
menorehkan jejaknya di tebing, laut dan langit
baik secara serampangan atau beralamat jelas

dan berjuta tahun: ksatria telah dilarungkan di sungai,
dan berjuta tahun pula: ksatria mengeluarkan si bangsat
dari kutukan. Kutukan keyakinan, warna kulit sampai
kutukan bersanggama, membikin kanak dan
membangun riwayat serta upacara-upacaranya

dan itu pun berkembang dan berbiak, seperti yang
terlihat, seperti kebun dengan bunga warna-warninya,
kabutnya dan hama-hamanya. Tapi, yang lebih
mencekam, adalah ketika aku melangkah ke situ,
bernyanyi dan beramsal: “Akulah penulis sajak itu,”
penulis yang melihat bebek sebagai setan, pondok
bobrok sebagai sorga, kuda sebagai petir dan kilat,
sungai sebagai darah, cangkul dan sekrop sebagai iman,
dan wewangian kebun sebagai bau-banjir-yang-
menggelikan, dan dengan yang-menggelikan: “Datang
menyeret semuanya,”

tanpa ampunan, tanpa titik-koma, seperti pintu yang
terbuka bagi si terpenjara, yang selama hidupnya tak
pernah dipenjara oleh apa dan siapa pun, kecuali oleh:
“Selaksa gugusan dungu, yang membuat kemustahilan
menjadi utuh, dan ingatan melulu menggigilkan jurang
yang miring,”

Gresik, 2004

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Takwil yang Ke-13 | Mardi Luhung dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Takwil yang Ke-13 | Mardi Luhung ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-takwil-yang-ke-13-mardi-luhung.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Takwil yang Ke-13 | Mardi Luhung Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Takwil yang Ke-13 | Mardi Luhung salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |