Sunday, February 23, 2014

Puisi Kilat Cakram | Mardi Luhung


Kilat Cakram
Mardi Luhung

Masih mengeram nafas ini
sebelum menyergap bau-tubuhmu
yang tersimpan di selat itu
mungkin, kali ini, aku mendapatkanmu
lalu menjilatinya di geladak kapal
sambil dikelupasi ombak
yang bersap tiga-puluh-tiga
ombak yang di puncaknya: bunga-cahaya
dengan kelopak melengkung ke atas,
menghunjam ke mata-bulan: bulan-batu

dan di mata-bulan-batu itu
kautudingkan seluruh pencapaianmu
yang telah menggumpalkan kerangka-kala
yang selama berabad-abad
membuat setapak di angkasa
seperti setapak turis
yang telah menghafal sekian nama
tapi tak pernah diingat:
“Sekian cakar yang telah tertiris
oleh berbagai persibakuan”

lalu, siapa yang kautunggu?
bukankah bunyi cangkang yang ditumbuk
nyali-hitam dengan rambut-merah itu
adalah dengus-kegelisahan-renjanamu?
renjana yang telah melimbungkan bintang-jatuh
sampai akar-karang yang ruwet
pun menjadi gemetar, menjadi sejumput sesaji
yang membusuk di rahang-arus, lalu
menjerit, sebelum tenggelam, dan
ditangkap oleh penyelam-penyelam gaib

penyelam-penyelam gaib yang dengan rebab
berkata: “Kami ambil lagi apa yang telah
dibuang, kami buang lagi apa yang telah diambil,
rambut yang tersanggul biarlah kami urai
biarlah juga, keliningan-keliningan
terpasang di situ, sebab antara jaga dan pejam,
kami selalu melingkar, menaik, turun dan kembali
lagi melingkar, seperti diagram-diagrammu
yang terekam di kilat-kilat cakram
disegelkan di jantung-jantung palung.”

Gresik, 1998

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kilat Cakram | Mardi Luhung dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kilat Cakram | Mardi Luhung ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-kilat-cakram-mardi-luhung.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kilat Cakram | Mardi Luhung Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Kilat Cakram | Mardi Luhung salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |