Friday, February 7, 2014

Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri


Djakarta, 24 Maret 1945
DARI DAN UNTUK: IBUKU
Zeffry J. Alkatiri

08.32
Kristen hitam bubaran misa
Jalannya merunduk
Tangannya berat mendekap baibel ke dada

08.37
Tiga orang geisha kuyu
Baru keluar dari markas Heiho
Menenteng bungkusan hasil barter,
pasti berisi
Beras, ikan asin , dan gula.

09.10
Di Priok
Rombongan pemuda gundul
Berbaris menghadap matahari dan bendera
Asia timur raya
Kakinya nyeker berdebu.
Sayup-sayup kimigayo menuntun mereka
Menuju gerbang neraka

09.50
Di gudang Jepang
Antrian jatah semakin panjang
Sisa makanan kaleng diperebutkan
Oleh para perempuan rombengan
Anak-anak mereka jalan merangkak
Perutnya buncit berisi angin

Sekitar 10.35 – 12.20
Di sebuah kampung
Pada pelataran rindang
Para bocah main hompimpah
Mereka bersiteru
dan mengejek anak yang kalah:

nasi uduk ketan urap
orang buduk ditendang arab
nasi uduk ketan urap
orang buduk sering kalap

Hari ini wak haji hanya mengimani tiga orang sebaya
Seperti biasa, ancemon kuah
Tumpah
Di perut.

13.17
Di sebuah pos jaga
Para opsir kegerahan
Baju dinasnya dibiarkan terbuka
Sebagian mengipas
Matanya mengecil dan semakin setipis garis.

14.10
Kata seorang zuster,
Sudah lama rumah sakit kehabisan perban.
Percetakan Kolf tutup
Olimo dan Lindeteves lebih dahulu
Apalagi Pasar Baru.

Hari ini
Ada lagi
Orang mati
Di emperan toko
Tubuhnya dipenuhi kutu tuma
Entah nanti
Dibuang ke mana
Dikubur tanpa tanda
Sebab mereka adalah
Orang-orang kalah tanpa nama       

Sekitar 14.30 – 14.55
Teng-teng-teng!
Trem line 2 Kota-Menteng
Lewat Deka Park
Angin mengejar di belakang
Dan berloncatan mengisi dua gerbong kosong
Trem line 4 Kota-Tanah Abang
Lewat Gang Ketapang
Biasa membawa sekeranjang keharuman pasar
Di warung kopi
Tukang catut, seperti tawon
Keluar masuk sarang bergantian
Mengabarkan adanya kuncup bunga yang akan mekar

Kurang lebih 15.38
Sebuah rumah mewah di jalan Kaji
Tenang ganjil
Penghuninya tidur siang
Kata orang bekas tempat interniran
Para perempuan indo
Sekarang menjadi tempat piaraan
para komandan.

Sekitar 16.35
Rombongan pengantri pulang
Wajah mereka matang udang
Di kali sudah banyak orang mandi.
Di depan markas Kempetai
Hinomaru lemas terkulai.
Di sebuah tembok
Poster Banzai – Dai Nippon!
Sobek lusuh tinggal separuh.

17.10
Sepintas,
Di meja abu
Rumah nyonya Alan
Terdapat foto baru
Tiga hari yang lalu
Anak perempuannya yang berkepang
Dinyatakan hilang

17.58 – 18.35
Sudah tiga tahun ini
Petugas lampu gas menganggur
Djakarta semakin buram kabur.
Setelah maghrib,
Sebaiknya di dalam rumah.
Sebab banyak setan gentayangan
Ngaji.

Kunang-kunang sambuk kelapa
Menjadi penunjuk jejak malam
Sebentar lagi ada kusyu-keiho
Siap-siap menggigit karet
Truk tentara akan lewat

19.20
Bioskop Al-Hambra, Astoria, dan Thalia
Gelap.
Di beranda hotel des Indes
Lampu 10 watt
Menggelantung sendirian
Para geisha merah menor kembali
Masuk ke kandang babi.

21.15
Di rumah pak mantri ada rapat pemuda
Tinta cina mulai habis
Besok mungkin
Aku tidak dapat lagi menulis

1998

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/02/puisi-djakarta-24-maret-1945-zeffry-j.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Djakarta, 24 Maret 1945 | Zeffry J. Alkatiri salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |