Thursday, January 23, 2014

Puisi Untuk Sebuah Catatan Harian | Abdul Hadi W. M.


Untuk Sebuah Catatan Harian
Abdul Hadi W. M.

Bulan Juli yang terbakar
Dan langit musim panas
Matahari berganti-ganti

Ada bayangan daun gugur
Pada tingkap musim mencari
Serta kuntum-kuntum kapur
Dan kota yang semakin sunyi

Malam: Berapa jejak sudah di jalan itu
Dan gerimis yang pulang sendiri
Ketika lonceng dari gereja mati
Ketika pelabuhan dari pulau abadi

Kau berkata, tak ada stasiun
Sebelum kereta memencar
Kau berkata, tak ada daun
Sebelum pohon berakar

Di bawah seribu mawar
Bulan Juli yang terbakar
Dan langit musim panas
Matahari menyuling keras sekali

1974

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Untuk Sebuah Catatan Harian | Abdul Hadi W. M. dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Untuk Sebuah Catatan Harian | Abdul Hadi W. M. ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-untuk-sebuah-catatan-harian-abdul.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Untuk Sebuah Catatan Harian | Abdul Hadi W. M. Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Untuk Sebuah Catatan Harian | Abdul Hadi W. M. salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |