Tuesday, January 14, 2014

Puisi Surat dari Muara Teweh 1959 | Hijaz Yamani


Surat dari Muara Teweh
Hijaz Yamani

Aku datang di sini mendaki pinggir kota yang landai
Bertiup angin kering pucuk pohonan yang tunduk
Bumi berpunggung-punggung rengkah
Bagai dahagaku yang rindu kerna kautinggal dalam resah

Musim adalah selalu hadir atas kita
Tapi tidak sangsi sekali berpaling dari berburu cinta
Kerna aku telah bertolak
Dari kota tinggal sedari kaki mulai berpijak

Memang adalah terlalu jauh mata air membawa hati kita
Dan sebuah tangan mengunjuk bagai mengisyarat kata terdengar
Kau pun tinggal sepi, Farida

Aku datang di sini dan berdiri di tanah tinggi
Bila malam tiba
Yang ingin kulengos kata-kata samar yang tak ingin kudengar
Aku sangat rindu

Kehendak adalah tantangan dari kota sepi yang kutinjau
Kemilau yang membakar matahari musim kemarau
Begitu mereka tajam-tajam menampar dan bisiknya begini:
Ah, kapan kau pulang, yamani

1959

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Surat dari Muara Teweh 1959 | Hijaz Yamani dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Surat dari Muara Teweh 1959 | Hijaz Yamani ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-surat-dari-muara-teweh-1959-hijaz.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Surat dari Muara Teweh 1959 | Hijaz Yamani Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Surat dari Muara Teweh 1959 | Hijaz Yamani salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |