Friday, January 31, 2014

Puisi Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01 | M.Fadjroel Rachman


Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01
M.Fadjroel Rachman

Pandangilah, namun jangan menitikkan airmata
Di luar jendela-jeruji selmu, di luar jendela-jeruji
      selku
Serdadu-serdadu berbaris dalam
      mimpi bayi-bayi dan anak-anak bangsamu
Serdadu-serdadu berbaris mencincang akal-
      budi bayi-bayi dan anak-anak bangsamu;
Langit, bebatuan, rerumputan dan udara yang
      kita hisap mengucurkan darah
      menenggelamkan segala impian manusia

Di ruang-waktu
Di ruang-waktu

Hanya gelisah dan sepi
Lalu mati

Sukamiskin, Oktober 1990

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01 | M.Fadjroel Rachman dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01 | M.Fadjroel Rachman ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-soekarno-narapidana-blok-timur.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01 | M.Fadjroel Rachman Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Soekarno, Narapidana Blok Timur Atas nomor 01 | M.Fadjroel Rachman salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |