Wednesday, January 22, 2014

Puisi Razia dekat Lembar di Lombok | Martin Jankowski


Razia dekat Lembar di Lombok
Martin Jankowski

Coba lihat, kata sopir, saat
di tengah perjalanan
kami mendekati razia polisi
yang ditandai rambu,
menunggu kami di pinggir jalan.

Coba lihat, kata sopir, waktu dia
menyembunyikan tiga lembar uang dalam kepalan tangannya
lalu membiarkan tangannya bergantung keluar
jendela dengan santai, seakan-akan kebetulan saja.
Polisi, dekat mobil kami, memandang ke arah lain.

Coba lihat, kata sopir, sambil perlahan
menjalankan mobil kembali dan menarik
kepalan tangannya, lalu membukanya:
tangan itu kosong. Kau lihat, kata sopir,
sangat sederhana persoalan negeri ini:
semua orang capek dan tak ada yang punya uang.
Kalau kau kenal aturan main
yang kupakai tadi, polisi akan pura-pura
tidak tahu. Hanya saja, kalau kau punya masalah, sebaiknya
kau minta tolong pada preman saja, merekalah yang kadang-kadang
masih punya harga diri.

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Razia dekat Lembar di Lombok | Martin Jankowski dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Razia dekat Lembar di Lombok | Martin Jankowski ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-razia-dekat-lembar-di-lombok.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Razia dekat Lembar di Lombok | Martin Jankowski Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Razia dekat Lembar di Lombok | Martin Jankowski salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |