Thursday, November 14, 2013

Puisi Malam Mabuk | Ersa Sasmita


Malam Mabuk
Ersa Sasmita

Malam merekatkan dingin pada tembok batu.
Berdua kita depan tungku
Perapian, masing-masing dengan segelas red wine di tangan.
Ini minuman terakhir kita, botol-botolnya telah bergelimpangan

Di karpet lantai: “Aku menjadi bidadari,
dikeliling bintang-bintang,” serumu sambil menari-nari.
Di pojok, gramaphone mengalunkan Für Elise dari Beethoven,
musik sedih sebenarnya. Tapi, kita dengarkan

Dengan rasa bahagia: “ Karena di hati kita
penuh cinta!”  Suaramu bagai bisikan.
Kuiyakan sambil makin kueratkan pelukan.

2013

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Malam Mabuk | Ersa Sasmita dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Malam Mabuk | Ersa Sasmita ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/11/puisi-malam-mabuk-ersa-sasmita.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Malam Mabuk | Ersa Sasmita Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Malam Mabuk | Ersa Sasmita salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |