Thursday, January 10, 2013

Puisi Di Kayu Kundur Aku Turun Dari Tangga Cahaya


di kayu kundur aku turun dari tangga cahaya
Alizar Tanjung

paling atas, menuruni lereng kerikil terjal perut
ular betina. katanya di bawah jembatan sana,
di penurunan ketujuh di rumpun pisang, seekor
ular siap menghisap selembar kain panjang ukiran
batik, melingkar di balik lapisan batu.

konon katanya ular yang berdiam ratusan tahun,
menghisap segala yang lewat dalam tubuh,
dan aku benar-benar sampai di pangkal cahaya.
rumpun batang pisang tua, bunga rumput teki,
jalar akar bunga bakung, hidup di parit batu.

entah pada penurunan keberapa lepas
dari cahaya, aku sampai di sarang ular betina,
lapisan-lapisan batu, akar-akar pakis rasan, aku
terlahir baru di rahang ular betina – batu-batu
yang melengkung dari tangan tetua. ular betina
menghisap daun-daun pisang muda, ular betina
menghisap puting jantung pisang.

Padang, 2011

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Kayu Kundur Aku Turun Dari Tangga Cahaya dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Kayu Kundur Aku Turun Dari Tangga Cahaya ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/01/puisi-di-kayu-kundur-aku-turun-dari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Di Kayu Kundur Aku Turun Dari Tangga Cahaya Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Di Kayu Kundur Aku Turun Dari Tangga Cahaya salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |