Tuesday, February 28, 2012

Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari





TUKANG SATE
Winarni Dwi Lestari

Suara yang lewat, tinggi melengking
Melenting ke udara, lalu terpelanting
Ke pintu, jendela dan kaca
Akhir-akhir ini sering tersiram gerimis
Di dalam, hati-hati merasa miris
Malam terlalu beku
Sekedar memenuhi hasrat perut dan nafsu
Harum bara tak cukup mencairkan keinginan

Suara yang nyaring menggema dinding waktu
Tersangkut di tingkap lampu yang berkedip ragu
Tak ada yang merasa perlu memanggil suara itu
Tak ada yang merasa perlu keluar pintu
Di dalam, suasana hangat buat para penghuni tercekat
Hanya suara penjaga yang setia menyapa
Berhenti, ia kipasi kembali bara yang mulai padam
Ia tusuk, lalu bakar sisa malam
Yang berjalan pelan dalam tangis ritmis

Suara yang suatu malam nanti
Pasti melintas kembali
Mengetuk pintu, jendela dan kaca
Namun saat kau buka, tak ada

Bogor, 5 Februari


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2012/02/puisi-tukang-sate-winarni-dwi-lestari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Tukang Sate | Winarni Dwi Lestari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |