Sunday, February 6, 2011

Ketika Merenda Bianglala | Puisi Hardho Sayoko SPB


Ketika Merenda Bianglala
Hardho Sayoko SPB

Waktu demi waktu pergi entah ke mana
setelah terekam sebagian perjalanannya
di pergelangan tangan yang lemah
berdetak
tanpa suara tanpa kata
sekadar sapa
Kau masih saja setia meniup kelopak puisi
setiap angin menggoyang daun-daun di pepohonan
katamu biar nenek yang meniup canting tidak kesepian
setelah kucing yang selama ini mengaku karib
ternyata diam-diam meninggalkan
rembulan
Di pergelangan tangan yang lemah
berdetak
kau masih saja terekam menggiring
waktumeski tanpa suara tanpa kata
atau sekadar sapa
pada bianglala ada bayang meongnya

Kedunggalar, 6 Juni 2008

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Ketika Merenda Bianglala | Puisi Hardho Sayoko SPB dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Ketika Merenda Bianglala | Puisi Hardho Sayoko SPB ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2011/02/ketika-merenda-bianglala-puisi-hardho.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Ketika Merenda Bianglala | Puisi Hardho Sayoko SPB Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Ketika Merenda Bianglala | Puisi Hardho Sayoko SPB salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |