Friday, April 23, 2010

Zandvoort


Zandvoort
M. Husseyn Umar

matahari musim panas
sejak pagi sekali telah singgah di muka rumahku
di Heemsteedse Dreef di Haarlem,
rumput-rumput liar telah menjadi pirang di pekarangan
dan di belakang rumah
pepohonan apel yang kecil
tumbuh semakin kerdil -

Zizi, Nana, Meli dan Adhit
memegang sekop dan ember plastik
menuntut: papa, kapan kita piknik
semua orang-orang itu bukankah pergi ke pantai?

jalan menuju Zandvoort
yang melintas depan rumahku
sejak pagi memang telah macet
dengan warna-warni kendaraan dan orang-orang
yang semakin kegerahan

di pantai anak-anakku
mengorek-ngorek dan membuat rumah-rumahan di atas pasir
yang setiap kali lenyap di hapus ombak
tapi apakah yang mereka kemudian bisa perbuat
jika di sekelilingnya berlalu lalang berdesak-desak
tubuh-tubuh menor dan dada telanjang
untuk bermain pun seolah-olah tidak ada lagi tempat


1970


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Zandvoort dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Zandvoort ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2010/04/zandvoort.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Zandvoort Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Zandvoort salam Karya Puisi

0 komentar:

Post a Comment

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |