LebaranSjamsiar SemanLebaran ……….. Lebaran!Hari Raja …………. Hari Raja!Hari Raja Aidil Fitri!Disambut dengan senang hati.Tua dan muda.Anak-anak dan orang dewasa.Baik laki-laki atau wanita.Semua bergembira, semua bersuka.Pergi kemesjid jang besar.Pakaian baru pakaian indah!Hati jang penuh berdebar-debar.Dirumah telah tersedia.Matjam2 kue, minuman dan apa sadja.Ajo, silahkan! Kita tidak lagi puasa!Si Muslim berdjongkok dihadapan ibu.Sudjud mentjium tangan ibu.Minta ampun, minta maaf.Ibu dan ajah mengeluarkan air mata.Karena hatinja terharu dan gembira.(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)
Showing posts with label Tema Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Tema Lebaran. Show all posts
Friday, October 3, 2014
Puisi Anak Tentang Hari Lebaran | Sjamsiar Seman
0 komentar Friday, October 03, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiFriday, January 25, 2013
Puisi Kartu Lebaran | Daman Surachman
0 komentar Friday, January 25, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKartu LebaranDaman Surachmantelah turun rahmahberlimpah – limpah dari Allah; damai, tenang bak gemintangdi langit bulan Maidan berkat doaorang – orang tercintauluran tangan kasih-Nya begitu mesramembelai siapa sajalihatlah ruh kita bercahayadi deru gema takbir : Allahu Akbar ! Allahu Akbar !dan biarkan kita menangisbagai bayi baru lahirtelah turuntelah turunrahmah berlimpah – limpahkartu, doa dan keikhlasanAyah, ayo yah jangan biarkan hari inipergi begitu saja.Matraman dalam,1989
Thursday, October 18, 2012
Puisi Berbagi Cinta di Idul Adha | Arlina Fajri
0 komentar Thursday, October 18, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Berbagi Cinta di Idul AdhaArlina FajriMenelusuri jejak Rasululullah IbrahimTentang keikhlasan berqurbanKala titah sang Tuhan untuk menyembelih sang putra Ismailyang sangat di sayanginyaLewat takwil mimpi yang berulangRasul Ibrahim yakin itu perintah Tuhanyang di dalamnya ada sebuah pelajaranKitapun belajar pada sang Rasul Ibrahim sang Bapak para AnbiyaTentang belajar takwa kepada TuhanBerbagi memberi apa yang kita milikiHarta yang paling kita cintaiAgar bisa merasa ke indahan berkurbanYang dibalut dengan ketulusan06 November 2011sumber : fiksi.kompasiana.com
Wednesday, August 22, 2012
Puisi Lebaran: Nikmat Ketupat | Puji Santosa
0 komentar Wednesday, August 22, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLebaran: Nikmat Ketupat
Puji Santosa
Daun kelapa muda dilipat-lipat menjadi ketupat,
dikemas isi beras menjadi ketupat yang nikmat,
menjadi hidangan lebaran di hampir setiap tempat,
sebagai pertanda hari Kemenangan yang sungguh tepat.
Sekiranya perlu sekali disyukuri nikmat yang melekat
Setiap hari badan sehat, segar bugar, penuh semangat
Terlebih, hari Gemilang dalam kemurnian berlipat
Izinkan hidup dalam keagungan yang penuh rahmat
Doa kami untuk Anda dan keluarga senantiasa selamat
Kiranya semua berkelimpahan hidup yang penuh hidayat
Idul Fitri tahun ini benar-benar dapat terasa bermanfaat,
nikmat, mujarab, dan membahagiakan bagi seluruh umat.
Sunggguh lebaran tahun ini nikmat ketupat
Makna dibalik lebaran nikmat ketupat yang tepat:
MOHON MAAF LAHIR BATIN hingga ke alamat
Selamat sejahtera di dunia hingga ke istana akhirat.
22 Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Friday, August 17, 2012
Puisi Mudik | Suyitno Ethex
0 komentar Friday, August 17, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMUDIK
Suyitno Ethex
berjubel berdesakan berebutan saling berkeinginan
satu tujuan kembali ke kampung halaman
yang beberapa silam tertinggalkan
mencari nafkah di kota metropolitan
berjejal berebutan tangan membawa bekal
tak ada yang kalah, tak ada yang menang
satu arah tujuan pulang kampung asal
sebuah perjuangan tak kenal pantang
setiap lebaran magnit kampung halaman
menarik kembali debudebunya
yang bersebaran di kota metropolitan
untuk kembali ke bumi awal pijakan
bersilaturahmi meleburkan diri
kembali berharap fitri
berjejal berdesak berebutan
di stasiun
di terminal
di bandara
di pelabuhan
satu tujuan
pulang ke kampung halaman
07 Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Thursday, August 16, 2012
Puisi Menjelang Lebaran | Senandung Lebaran
0 komentar Thursday, August 16, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSenandung Lebaran
Suyitno Ethex
senandung lebaran pelan pasti mulai tergelar
pasarpasar tak sepi penggunjung
tokotoko tak sepi pendatang
kampungkampung mulai terlihat pemandangan
rumahrumah kusam hilang tertelan kebiasaan
dimana setiap menjelang lebaran
dipoles cat kembali seakan tak mau tertinggal
ikut menikmati senandung lebaran
senandung lebaran setiap tahun
iramanya tak pernah berganti selalu terjadi
kenaikkan hargaharga kebutuhan
kenaikkan ongkos transportasi
kenaikkan segala keburuhan
hingga menjadi kesempatan tersendiri
bagi mereka yang suka mencari
kesempatan untuk memperkaya diri
senandung lebaran setiap tahun
sebuah tradisi yang tak pernah terlewati
yang jauh pulang kampung
yang di kampung siap menampung
tradisi silaturahmi
jadi ajang kangen tersendiri
08 Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Wednesday, August 15, 2012
Puisi Aku Gemetar Setiap Kali Suara itu Kudengar
0 komentar Wednesday, August 15, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAku Gemetar Setiap Kali Suara itu Kudengar
Budhi Wiryawan
aku gemetar
setiap kali suara itu kudengar
andai aku bisa bertukar rupa menjadi bayi
akan kupecahkan tangis pertama di awal pagi
saat orang-orang belum merayakan datangnya idul fitri
tak ada pernah putus kata.
jikalau perpisahan itu harus terbaca
rindu yang membukit menyapaku pada ramadhan
yang entah, cukupkah umur di tahun depan ?
suka cita yang kubangun dari lapar dan dahaga
masih belum seberapa dari pintaku menggugurkan nasuha
di lubuk terdalam,tatkala malam membukakan pintu itu
meski kutahu lautan nikmat yang kuteguk, tak ingin dipisahkan oleh waktu
ya Robb, ijinkan aku meneteskan sebulir airmata qalbu
untuk menyempurnakan perpisahan ini, atas nama jiwa dan ragaku
Agustus 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Tuesday, July 31, 2012
Puisi Idul Fitri | Sutardji Calzoum Bachri
0 komentar Tuesday, July 31, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiIdul Fitri
Sutardji Calzoum Bachri
Lihat
Pedang tobat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia
Telah kulaksanakan puasa ramadhanku,
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang
Telah kuhamparkan sajadah
Yang tak hanya nuju Ka’bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya
Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang:
Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam
Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
Namun si bandel Tardji ini sekali merindu
Takkan pernah melupa
Takkan kulupa janji-Nya
Bagi yang merindu insya Allah ka nada mustajab Cinta
Maka walau tak jumpa denganNya
Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat
semakin terasa kesia-siaan pada usia lama yang lalai berlupa
O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini
ngebut
di jalan lurus
Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir
tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia
Kini biarkan aku meneggak marak CahayaMu
di ujung sisa usia
O usia lalai yang berkepanjangan
Yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus
Tuhan jangan Kau depakkan aku lagi ke trotoir
tempat aku dulu menenggak arak di warung dunia
Maka pagi ini
Kukenakan zirah la ilaha illAllah
aku pakai sepatu sirathal mustaqim
aku pun lurus menuju lapangan tempat shalat Ied
Aku bawa masjid dalam diriku
Kuhamparkan di lapangan
Kutegakkan shalat
Dan kurayakan kelahiran kembali
di sana
1987
Sunday, May 16, 2010
PUISI LEBARAN | Kumpulan Puisi Bertema Lebaran
0 komentar Sunday, May 16, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiCATATAN SISA LEBARAN
Yayat Hendayana
adikku,
lebaran yang lalu
engkau tidak berbaju baru
aku pun tahu
ayah kita tidak sanggup untuk itu
kerja sehari adalah sekilo ubi-kayu
mana ada uang sisa buat baju
adikku,
sembunyikan tangis dari matamu
seolah engkau tak pernah menyimpan duka
lebaran sudah lalu
ayah dan ibu tak boleh lagi berhati pilu
ayah kita adalah kerbau yang membajak tanah subur
yang tak pernah merasakan betapa nikmatnya kesuburan
ketahuilah olehmu, supaya kelak kauubah ini kehidupan
adikku,
doakan aku segera punya kerja
supaya lebaran depan
bisa kubelikan engkau seribu baju baru
Maret 1964
HARI LEBARAN
Ajip Rosidi
Hari ini hari hati percaya
Akan arti hidup dan mati, yang cuma sempat
Direnungkan setahun sekali. Sungguh besar maknanya
Jalan panjang menuju liang-lahat.
Hari ini hari kesadaran akan tradisi
Menyempatkan umat sejenak bersama-sama
Menghirup udara lega dalam kepungan derita
Sehari-hari yang bikin orang jauh-menjauhi.
Hari ini hariku pertama 'kan menjalani
Hidup antara manusia, sedangkan diriku sendiri
Makin sepi terasing, lantaran mengerti
Kelengangan elang di langit tinggi.
Jatiwangi, H. 1381
MALAM TAKBIR
T. Tjoet Sofjan
Gema takbir semilir di angkasa
Kalbu ini menyayat sendu
Anak-anakku minta baju baru
Allahu Akbar, hati ini terbakar
Layu dan luluh
Lailaha Illallah, sendu seluruh rasa
Anak-anakku minta juadah*)
Allahu Akbar, bumi hangus terbakar
Mata berkedip tapi keliling kelam
Naluriku runtuh lebur dan kelu
Seharu gema Walila Ilham
Kembali diri ini dalam cobaan
Di lebur hancur dengan tangisan
Tangis bocah,tangis-tangis perawan lincah
Anak-anak ingin lebaran
Ini kisah diri yang paling perih
Juga kisah insan sebahagian
Menjelang Idul Fitri harus antri pikiran
Dan yang menyiksa kegembiraan
Kutaraja, 6 Agustus 1967
*) seperti perhiasan
Friday, May 14, 2010
Pantun Sunda, Pantun Lebaran (Boboran) Bahasa Sunda
0 komentar Friday, May 14, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPantun Sunda, Pantun Lebaran (Boboran) Bahasa Sunda
ngaborong doran jeung hayam
diparaban sampeu atah
wilujeng boboran siam
mugi urang wangsul fitrah
boh bilih ngical kalapa
candakna nganggo carangka
boh bilih kalindih murka
muga kersa ngahampura
boh bilih ka Sukajadi
ulah hilap meser roti
boh bilih kalangsu dengki
muga kersa ngamaklumi
salami di Sukajadi
teu ningalkeun kuring salat
Salami urang pahir
urang silih pundut maaf
lamun kuda mirip itik
loba jalma lalumpatan
salami urang kumelip
tangtos seueur kalepatan
cecendet mande kiara
dijualan make panci
mugi kersa ngahampura
kuring kungsi ingkar janji
mun cecendet mande kiara
gera cokot hiji-jiji
mugi kersa ngahampura
kuring kungsi nganyenyeri
mun indit ka Sukmanah
ulah poho ka Pa Lurah
mugi anjeun jembar manah
sabab kuring niat pasrah
hirup kumbuhna manusa
tangtu kungsi haramjadah
kuring pasrah tumarima
laku lampah teu merenah
meuli kacu ejeung gincu
mawana bari disuhun
rumasa ngagugu nafsu
matak kuring nyuhun ampun
mun indit ka Ujungberung
bari mawa awi tali
rumasa kungsi ngaberung
mugi Gusti kersa nampi
sumber : herdipamungkasred.wordpress.com
Friday, April 30, 2010
PANTUN HARI LEBARAN | Pantun Tentang Lebaran
0 komentar Friday, April 30, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPANTUN HARI LEBARAN
Ajip Rosidi
Pada hari Lebaran ramai takbiran
sepanjang malam tiada henti;
Hidup fana berakhir di kuburan
merindukan engkau sebelum mati
Hari Lebaran bermaaf-maafan
menghapus dosa lahir dan batin
Kalau dengan engkau berhadapan
tidak kuharap lagi yang lain
Hari Lebaran hari yang suci
saat manusia menjadi fitri;
Harap engkau menerimaku kembali
setelah sesat lepas kendali
Saat manusia menjadi fitri
segala dosanya Kauampuni
Setelah sesat di bumi keji
mencari ridhoMu di langit hati.
Monday, April 26, 2010
Puisi Tentang Lebaran | Catatan Sisa Lebaran
0 komentar Monday, April 26, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiCATATAN SISA LEBARAN
Yayat Hendayana
adikku,
lebaran yang lalu
engkau tidak berbaju baru
aku pun tahu
ayah kita tidak sanggup untuk itu
kerja sehari adalah sekilo ubi-kayu
mana ada uang sisa buat baju
adikku,
sembunyikan tangis dari matamu
seolah engkau tak pernah menyimpan duka
lebaran sudah lalu
ayah dan ibu tak boleh lagi berhati pilu
ayah kita adalah kerbau yang membajak tanah subur
yang tak pernah merasakan betapa nikmatnya kesuburan
ketahuilah olehmu, supaya kelak kauubah ini kehidupan
adikku,
doakan aku segera punya kerja
supaya lebaran depan
bisa kubelikan engkau seribu baju baru
Maret 1964
Thursday, April 22, 2010
Hari Lebaran | Puisi Tentang Hari Raya Lebaran
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHari Lebaran
Ajip Rosidi
Hari ini hari hati percaya
Akan arti hidup dan mati, yang cuma sempat
Direnungkan setahun sekali. Sungguh besar maknanya
Jalan panjang menuju liang-lahat.
Hari ini hari kesadaran akan tradisi
Menyempatkan umat sejenak bersama-sama
Menghirup udara lega dalam kepungan derita
Sehari-hari yang bikin orang jauh-menjauhi.
Hari ini hariku pertama 'kan menjalani
Hidup antara manusia, sedangkan diriku sendiri
Makin sepi terasing, lantaran mengerti
Kelengangan elang di langit tinggi.
Jatiwangi, H. 1381Share
Subscribe to:
Posts (Atom)






