Showing posts with label Fati Soewandi. Show all posts
Showing posts with label Fati Soewandi. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Biografi Fati Soewandi

0 komentar


Biografi Fati Soewandi

Fati Soewandi bernama asli St. Fatimah. Aktif menulis esai, puisi, dan cerpen, serta menerjemahkan naskah-naskah berbahasa asing. Sejumlah tulisan telah dimuat di Media Indonesia, Jawa Pos, Waspada, Femina, Lampung Post, Annida, Majalah Budaya Sagang (Riau), Radar Bandung, Seputar Indonesia, situs dan milis sastra (cybersastra, bumimanusia, penyair, thetoilet, poetry, dll), Jurnal Puisi Rakyat Indonesia (Solo, 2003), Dian Sastro for President! #2: Reloaded (AKY-ON/OFF, Yogyakarta 2003), CD Antologi Puisi Cyberpuitika (Yayasan Multimedia Sastra, Jakarta 2002), Antologi Penyair Jawa Timur (Festival Seni Surabaya 2004), Cyber Grafitti; Polemik Sastra Cyberpunk (Yayasan Multimedia Sastra, Jakarta, dan Penerbit Jendela,Yogyakarta, 2004), Dian Sastro for President!: The End of Trilogy (Yogyakarta, 2005), Cyberletters (Jakarta, 2005), Krakatau Award Dewan Kesenian Lampung 2005 (pemenang terbaik kedua), Fanfict #1 (Bandung 2005), Essowenni Award (Makassar, September 2005), Nubuat Labirin Luka: Antologi puisi untuk Munir (Jakarta 2005), Sang Kecoak: Antologi Cerpen Pemenang Sayembara Menulis Cerpen Nasional AKY 2005 (Yogyakarta, 2005), Suami Impian: Antologi Cerpen Rumah Cahaya (Lingkar Pena Publishing House, 2006), Anthology Empati Jogja (Pustaka Jamil, 2006), Spirituality in Work (Pustaka Inti, 2006), pemenang terbaik ketiga dan pemenang penghargaan sayembara menulis tentang mata (Tabloid Wanita Indonesia, Agustus 2006), Loktong: Kumpulan Cerpen Pemenang Sayembara Menulis Cerpen Tingkat Nasional 2006 (Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Creative Writing Institute, Jakarta 2006), Jogja 5.9 Skala Richter: Antologi Seratus Puisi (Bentang Pustaka, Yogyakarta 2006), dsb.

sumber : kompas.com



Secekat Sajak dalam Gerimis Sebuah Pagi

0 komentar

SECEKAT SAJAK DALAM GERIMIS, SEBUAH PAGI
Fati Soewandi

secekat sajak mendesirkan lenguhnya
dalam Gerimis busung, sebuah pagi yang dikandaskan lungkrah Terik
abjad-abjad direnggut setakik pukaunya
tak ada yang mencatat jejak Sabit, gusur Langit,
dan gemetar rindu dalam satu nafas.
di kulum embun pasi
daun-daun muda berkaca: o, kebermulaan senantiasa menagih erang
dan mengakrabi ketidakpastian

berapa benih air mampu menderaskan Hati paling kering

di gigil Janji, secekat sajak mendesaukan seresah dekap
menghunjam rasa benci pada seluruh waktu dan musim
yang tak usai datang dan pergi menjadi Abu
: kata-kata memberi nafas kesunyian yang pernah dikumpulkan

Surabaya 2007

sumber: kompas.com

Puisi Catatan Pinggir Wiji Thukul | Fati Soewandi

0 komentar

CATATAN PINGGIR: WIJI THUKUL
Puisi Fati Soewandi

lelaki dengan kuasa angin, datang menebarkan keagungan sebuah perjuangan
menghidupkan badai di tanah leluhurnya, melumat seluruh keangkuhan
langit merah yang mencatat sejarahnya, adalah
sejatinya peradaban yang dipentaskan hantu-hantu dendam
dan kebencian.
sepanjang usia sajaknya menggetarkan perlawanan baru
dan perjalanan penuh loncatan dalam setiap amin kita!

lelaki dengan pusaran cahaya, memijarkan api yang menggiring kesakralan
bahkan kebangkitan riwayat-riwayat laskar nabi
ribuan malaikat pun menyalak di keluasan jagad yang absurd
melengkapi pentas sewujud pertarungan ini.
dan ia gelar kehormatan
di antara berdetik perih kenyataan.

Surabaya 2007

sumber : kompas.com

Tuesday, March 29, 2011

Puisi Nasionalisme Tanah ini Negeriku | Fati Soewandi

0 komentar

TANAH INI NEGERIKU
Fati Soewandi

tanah ini negeriku
peta leluhur berlumur petaka
baunya sesaji basi
wajah-wajah tanpa mata dan nurani
menyayat kebesaran sejarahnya

kehormatan tak pernah utuh
mengusung nelangsa sepanjang waktu menua
asing menggemakan nyanyian tanah kelahiran
berjalan gamang
menempuruk dan tak pernah teramat tulus
sengketa mengancam harapan, berkepanjangan
satu abad di ambang penghabisan

kini kucatat dan terkemas
dalam perangkap waktu yang menunggu dengan rindu
abad yang menggelar kesudahan
takdir kepedihanmu, negeriku

Surabaya 2007

sumber : kompas.com


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |