Showing posts with label Pratiwi Purnama Sari. Show all posts
Showing posts with label Pratiwi Purnama Sari. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Puisi Gelap Demi Cahaya | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Gelap Demi Cahaya
Pratiwi Purnama Sari

Biar diri dalam balut asa redup
Biar kaki berantai angan semu
Biar diri mencari cahaya dalam bayang danau

Hati juga tahu cahaya mana yang cocok untuk angan ini
Jiwa juga tahu angan apa yang pantas untuk raga ini
Raga juga sadar jalan mana yang baik untuk kaki asa ini
Kaki juga tahu kapan harus berhenti untuk tangan yang tak terbalas ini
Tangan juga akan mencari teman untuk cahaya dalam bayang air

Biar menelan redup demi satu harap dalam bayang air
Biar berselimut asa demi satu harap dalam bayang bumi
Ini akan berlalu dengan baik
Belajar untuk dia yang menunggu dalam bayang

Banda Aceh, 7 November 2013


Wednesday, April 17, 2013

Puisi Alur Dongeng | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Alur Dongeng
Pratiwi Purnama Sari

Saat jiwa menjadi wayang
Dan saat hati menjadi tumbal
Dan bayangan menjadi pengamat

Nadi terus berkata
Sampai kapan aku disini?
Sampai kapan aku akan menemani mu?
Dan saampai kapan aku akan bersenandung untuk sang bayangan?

Aku sudah mulai bosan mendongeng
Aku sudah mulai bosan menjadi wayang
Dan aku sudah mual menjadi tumbal

Tapi aku tetaplah sang pendongeng
Tetap juga sang wayang
Dan masih sama tetap menjadi tumbal

Tangga Lotus, 24 Februari 2013


Sunday, April 14, 2013

Puisi Benang Takdir | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Benang Takdir
Pratiwi Purnama Sari

Matahari berlumpur sumpah
Sunyi malam berbalut lumpur asa
Ku cari harap di tiang tanah
Perpegang harap di langit jingga

Ku basuh malam dengan caci
Ku siram siang dengan dendam


Pulau takdir, 9 April 2013


Sunday, April 7, 2013

Puisi Sesal Ucap | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Sesal Ucap
Pratiwi Purnama Sari

Menerawang langit tanpa celah
Melukis luka dalam tumpukan dendam
Jauh,,,,,,,
Dalam hari dalam sejarah
Kaku,,,,,,,
Ku koyak hati yang terlelap dalam dingin genggaman

Menghitung hari yang tak berujung
Menggantung malaikat suci dalam jubah kepahitan
Lagi,,,,,
Dalam asa dalam sunyi
Ku leburkan jiwa dalam dingin jubah kelabu

Darussalam, 1 April 2013


Puisi Sungai Sesal | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Sungai Sesal
Pratiwi Purnama Sari

Ku tenggelamkan hati dalam lumpur darah
Ku gantungkan jiwa di atas tumpukan mayat
Ku jemur tubuh di bawah terik mata dendam

Tubuh ku tubuh mati
Jiwa ku jiwa kosong
Hati ku hati kelabu

Ku gantung jiwa di atas tumpukan mayat

Darussalam, 1 April 2013


Monday, April 1, 2013

Puisi Jejak | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Jejak
Pratiwi Purnama Sari

ku tapaki hati
ku tapaki jiwa
apa mungkin meninggalkan bekas?
ku sentuh sayap
ku ikat hati

Darussalam, 15 Maret 2013


Tuesday, March 19, 2013

Puisi Menapaki Tangga Langit | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Menapaki Tangga Langit
Pratiwi Purnama Sari

Ku tapaki jalan tak bertuan
Ku masuki rumah tak beratap
Ku cari ia dibalik jendela bambu
Hanya jari-jari rumput yang menyambut

Berteman rumput ilalang
Berselimutkan langit tanpa tiang
Sunyi,,,,,,,,,
Ku tapaki hati tanpa malaikat
Ku terlelap dalam jubah kelabu

Banda Aceh, 15 Maret 2013


Monday, March 4, 2013

Puisi Jalan Yang Tak Bercelah | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Jalan Yang Tak Bercelah
Pratiwi Purnama Sari

Kala hati tak lagi bisa mengecup kepedihan
Sang raja bayangan menjadi nyata
Untuk hati yang tak memiliki tuan
Untuk mata yang tak ada jalan

Kenyataan hanyalah sebuah ilusi
Ilusi hanyalah sebuah bayangan
Bayangan yang menutupi kesucian jiwa
Yang tak sanggup terbang untuk kepedihan
Sebuah rantai untuk kesadaran
Yang dibelenggu di jalan yang tak bercelah

24 Februari 2013


Puisi Dalam Keasaan | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Dalam Keasaan
Pratiwi Purnama Sari

saat kesucian direnggut kegelapan
kala sayap tak mampulagi membawa tubuh terbang
apa guna raga ini ?
apa perlu aku masih berharap dalam keasaan
harapan yang hilang bersama rinai embun
harapan yang lenyap bersama kegelapan

24 Februari 2013


Wednesday, January 2, 2013

Puisi Payung Hitam | Pratiwi Purnama Sari

0 komentar

Payung Hitam
Pratiwi Purnama Sari

Saaat mata ku tak sanggup untuk melihat indahnya kenangan
Dan saat hati tak lagi merasakan hangatnya kerinduan
Dan saat tangan tak lagi sanggup meraba indahnya kepahitan
Saat jantung tak lagi merasakan sakitnya keikhlasan

Saat itu aku tak lagi akan ada untuk mengecup kesakitan
Tak akan ada lagi pengorbanaan utuk namanya kepalsuan
Tak akan ada lagi namanya kematian untuk kepahitan
Dan tak akan ada belaian untuk sang malaikat kematian

Saat kaki tak berdaya untuk melangkah ke jurang keindahan
Dan saat dahaga datang untuk merenggut kepahitan
Saat itu iblis berganti dengan malaikat yang suci

1 Januari 2013

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |