Negeri Dongeng
Syair Rabindranath Tagore
Jikalau ada yang datang bertanya, ingin tahu
istana rajaku di mana, jawabnya: dia menghilang
lenyap bersembunyi ke dalam udara.
Dinding-dindingnya adalah warna putih perak
dan bubungnya adalah kemilau sinar emas.
Sang Ratu tinggal di dalam istana dengan tujuh
bentang halamannya, dan dia mengenakan
permata seharga seluruh harta tujuh kerajaan.
Tapi biarkan kuberita tahu engkau, Ibu, dalam
bisik saja dimanakah dia istana rajaku berada.
Dia ada di pojok beranda rumah kita, di mana
perdu tanaman tulsi tegak berada di sana.
Sang Putri berbaring, terlelap di pantai jauh
pantai dari tujuh samudera yang tak terlayari.
Tak ada, tak siapapun juga bisa menemuinya
di sana, kecuali aku saja yang bisa.
Dia memakai gelang di lengannya dan beruntai
mutiaran di telinganya; rambutnya menyentuh lantai.
Dia akan terjaga bila kusentuh dia dengan tongkat
ajaib, dan permata akan berlepasan dari bibirnya
bila ada tersungging senyum di sana.
Tapi biarkan aku berbisik di telingamu, Ibu; dia
ada di sudut beranda rumah kita, dimana perdu
tanaman tulis tegak berada di sana.
Bila tiba waktunya engkau mandi turun ke sungai,
mendekatlah ke beranda di bawah atap rumah kita.
Aku duduk di sudut di mana bayangan dinding bertemu.
Hanya kucing yang boleh datang, karena dia tahu
dimana si tukang cukur dalam dongeng itu berada.
Tapi biarkan aku berbisik, Ibu, di telingamu, di mana
si tukang cukur dalam dongeng itu berada.
Dia ada di sudut beranda rumah kita, di mana
pot perdu tulsi tegak berada di sana.
Showing posts with label Syair. Show all posts
Showing posts with label Syair. Show all posts
Monday, July 5, 2010
Contoh Syair Rabindranath Tagore | Negeri Dongeng
1 komentar Monday, July 05, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiThursday, June 24, 2010
Syair Puisi Islami - Ibrahim bin Adham
0 komentar Thursday, June 24, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTAWAKAL KEPADA ALLAH
Ibrahim bin Adham
(w. 161 H/778 M)
Saya adalah orang yang memuji
Saya adalah orang yang bersyukur
Saya adalah orang yang ingat
Saya adalah orang yang lapar
Saya adalah orang yang kehilangan
Saya adalah orang yang telanjang
Terhadap yang enam
Saya menjamin separuhnya
Jadilah (orang) yang menjamin separuhnya
Wahat Zat Pencipta
Memuji kepada selain-Mu
Adalah jilatan api neraka
Yang telah Kau panaskan
Selamatkanlah orang yang selalu menyembah-Mu
Dari masuk neraka
Neraka di sampingku
Seperti sebuah pertanyaan
Apakah Engkau Tahu
bahwa Engkau tidak memaksaku
Masuk neraka.
Sumber : Hidup Bahagia Cara Sufi
Kumpulan Karya Puisi
Syair Puisi Ketuhanan | Abu Hamzah al-Kharrasani
0 komentar Thursday, June 24, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTAWAKAL KEPADA ALLAH
Abu Hamzah al-Kharrasani
(w. 290 H/903 M)
Kutampakkan kepada-Mu rasa takut
Yang telah kusempurnakan
Hariku menampakkan sesuatu
Yang diucapkan oleh mataku
Rasa maluku telah melarangku dari-Mu
Untuk menyembunyikan keinginan
Dan Engkau memberikan pemahaman
Dengan terungkapnya sesuatu
Engkau telah mempermudah urusanku
Lantas Engkau tumpahkan
Kedua orang yang menyaksikan kesamaranku
Oleh karena itu
Kelemah-lembutan akan diperoleh
Dengan kelemah-lembutan
Engkau telah memperlihatkan diriku
Sesuatu yang samar
Seakan-akan Engkau
Memberikan kabar kepadaku
Dengan sesuatu yang samar
Bahwa Engkau berada dalam kebahagiaan
Saya dapat melihat-Mu dan diriku
Karea kehebatanku takut kepada-Mu
Engkau menggembirakan diriku
Dengan lemah lembut dan cinta kasih
Kau hidupkan orang yang cinta
Sedangkan Engkau mencintai kematian
Alangkah herannya eksistensi kehidupan
Yang terpaut dengan kematian.
Sumber : Hidup Bahagia Cara Sufi
Wednesday, June 23, 2010
Kumpulan Syair Kehidupan | Abu Hamzah & Ibrahim bin Adham
0 komentar Wednesday, June 23, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTAWAKAL KEPADA ALLAH
Abu Hamzah al-Kharrasani
(w. 290 H/903 M)
Kutampakkan kepada-Mu rasa takut
Yang telah kusempurnakan
Hariku menampakkan sesuatu
Yang diucapkan oleh mataku
Rasa maluku telah melarangku dari-Mu
Untuk menyembunyikan keinginan
Dan Engkau memberikan pemahaman
Dengan terungkapnya sesuatu
Engkau telah mempermudah urusanku
Lantas Engkau tumpahkan
Kedua orang yang menyaksikan kesamaranku
Oleh karena itu
Kelemah-lembutan akan diperoleh
Dengan kelemah-lembutan
Engkau telah memperlihatkan diriku
Sesuatu yang samar
Seakan-akan Engkau
Memberikan kabar kepadaku
Dengan sesuatu yang samar
Bahwa Engkau berada dalam kebahagiaan
Saya dapat melihat-Mu dan diriku
Karea kehebatanku takut kepada-Mu
Engkau menggembirakan diriku
Dengan lemah lembut dan cinta kasih
Kau hidupkan orang yang cinta
Sedangkan Engkau mencintai kematian
Alangkah herannya eksistensi kehidupan
Yang terpaut dengan kematian.
Ibrahim bin Adham
(w. 161 H/778 M)
Saya adalah orang yang memuji
Saya adalah orang yang bersyukur
Saya adalah orang yang ingat
Saya adalah orang yang lapar
Saya adalah orang yang kehilangan
Saya adalah orang yang telanjang
Terhadap yang enam
Saya menjamin separuhnya
Jadilah (orang) yang menjamin separuhnya
Wahat Zat Pencipta
Memuji kepada selain-Mu
Adalah jilatan api neraka
Yang telah Kau panaskan
Selamatkanlah orang yang selalu menyembah-Mu
Dari masuk neraka
Neraka di sampingku
Seperti sebuah pertanyaan
Apakah Engkau Tahu
bahwa Engkau tidak memaksaku
Masuk neraka.
Sumber : Hidup Bahagia Cara Sufi
Subscribe to:
Posts (Atom)
