Showing posts with label Tema Puasa. Show all posts
Showing posts with label Tema Puasa. Show all posts

Friday, September 19, 2014

Puisi Doa di Akhir Ramadhan | Sutardi MS Dihardjo

0 komentar

DOA DI AKHIR RAMADHAN
Sutardi MS Dihardjo

Allahu Akbar…. Allahu Akbar…
bahkan rumput-rumput liar yang mengering
terbakar panas aliran lahar
dan batu-batu gunung mulai membeku
masih mengepulkan asap panas
dari lelehan lahar membara berpijar
tak henti-henti mengumandangkan takbir
mengagungkan Asma-Mu ya Allah
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Wa Lilla Ilhamd

Allahu Akbar…. Allahu Akbar….
aku si rumpun padi
tumbuh segar hijau berseri
pada saatnya nanti
kuning bernas bak emas berkilau
disebut apa kalau tak mau
mengagungkan Asma-Mu Yang Maha Besar

Allahu Akbar…. Allahu Akbar…
di antara gema takbir berkumandang
di masjid-masjid, surau-surau dan alam semesta raya
terbersit tanya dalam hatiku:
benarkah daki-daki dosa telah bersih kucuci
kubasuh dengan istighfar dan guyuran ampunan-Mu?
benarkah amalan ibadahku
kukerjakan dengan tulus ikhlas
semata mengharap ridlo-Mu
bebas dari riya’ dan syirik?
puasaku, apakah bernas
terjaga amalan wajib dan sunah
tidak dipusokan ghibah, namimah
dan pandangan diwarnai syahwat?
bisakah aku besok terlahir kembali
bersih suci seperti bayi fitri?

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
di antara gema takbir
yang membentur-bentur jiwa
menggugat nuraniku
menghadapkan aku pada neraca amal dan dosa
hanya ampunan dan ridlo-Mu
yang dapat memenangkan amalku
kuteteskan air mata taubat
duduk bersimpuh dan bersujud
mengharap ampunan dan ridlo-Mu
dan semoga dapat bersyukur
atas semua yang telah Engkau limpahkan kepadaku

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Wa Lilla Ilhamd
kusambut hari kemenangan
untuk mencapai derajat mutaqin

Klaten, Ramadhan 1434 H


Tuesday, November 5, 2013

Puisi Ramadhan Mubarok | Fitriana Nugraheni

0 komentar

Ramadhan Mubarok
Fitriana Nugraheni

ketika kau jauh
banyak orang menanti hadirmu
ketika kau semakin dekat
banyak orang yang tak menginginkanmu
tapi tak sedikit pula yang merindukanmu

dirimu menyimpan sejarah yang besar bagi islam
perang, penaklukan negara bahkan muallaf
dirimu begitu istimewa
mengalahkan 11 bulan diantaramu
rahmat dan pengampunan
begitu murah Allah sisipkan di dirimu

mana ada bulan yang banyak orang
bersedekah, beristigfar, membaca qur'an
mana ada malam orang yang berkumpul
melakukan sholat hingga masjid-masjid
penuh karena dirimu

ramadhan, terima kasih telah menyinggahi
hati-hati kami, dan aku titip salam untuk tuhanMu, Allah yang telah menghiasi dirimu dengan beragam keistimewaan


Friday, February 8, 2013

Puisi Ramadhan "Jauhkan Puasa Kami Dari Puasa Gombal"

0 komentar

Ramadhan
Anwar Noaka

1.
kami awali dengan polemik, kontroversi
pengakuan tentang siapa yang benar-benar
berjumpa perawan bulan. menghitung
atau memandang di batas limit misteri

sehabis itu. baru kami menata niat
berucap basmalah memegang pendirian pribadi
berlapar. berdahaga. dari sahur menuju buka
menggapai hari raya yang tak pasti tenang

2.
mengais berkah dan ijabah dari masa istimewa
bertolak dari benih-benih semangat yang terpecah
haruskah?

rahmat tuhan seakan hanya bisa dinikmati
bila kubu-kubu pikiran berseteru, berdiri pada
kutub masing-masing tanpa magnetisme

adakah keterberaian lebih menawan dari kekompakan?

entah. bila berdasar kepentingan. sebagaimana
kesehatan (rokok putih) yang gencar mengecam
kretek-kretek lintingan

3.
Ya Allah,
jauhkan puasa kami dari golongan puasa gombal
kaum-kaum yang nampak khusuk. padahal ditekuk tunduk
oleh mabuk. sebatas sibuk menambal celah-celah formal
amin!

2012

Thursday, January 10, 2013

Puisi Prolog Ramadhan | Nurul Ilmi El-Banna

0 komentar

Prolog Ramadhan
Nurul Ilmi El-Banna

Bulan-bulan gelap nan gerhana
Saling berganti, berlalu sudah
Terlipat rapat dalam perjalanan pulang dan pergi menuju Ilahi

Selama bulan-bulan berlalu dengan gerhana
Sungai-sungai mengalirkan air keruh
menyirami sisa umur dan sujudku
Kucari lagi apa yang aku butuh,
Di sini, pintunya kutemui
Lapang, seumpama berhektar-hektar keteduhan terhampar

Kuketuk dengan puisi,
Melangkahkan kaki
Ku dzikirkan beberapa prolog perkenalan
Lewat namamu ; Ramadhan
Kubasuh wajah muram serta sekujur tubuhku yang renta

Kusaksikan malam ini, bulan purnama
Mengekalkan dingin dan membenamkan niat
Sedang jiwaku menjerit-jerit sekarat
Menorehkan sisa dosa; nista
Menyisakan rasa haus akan maaf dan ampunan   
Menghamba
Menengadahkan tangan akan hidayah

Ku ucap selamat datang,
Pada bait-baik diksi prolog
Mengameliorasi dari sudut Ramadhan

Jogja, 20 Juli 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/21/22340013/Sajak-Sajak.Nurul.Ilmi.El-Banna

Thursday, January 3, 2013

Puisi Doa Malam Di Bulan Ramadhan

0 komentar

DO’A MALAM DI BULAN RAMADHAN
Daman Surachman

Ya, Allah
Alhamdulillah
Engkau masih berikan bulan AgungMu pada kami
Yakni Ramadhan…

Ya, Mujiib, Yang Maha mengabulkan
Terima kasih padaMu
Engkau masih turunkan malam seribu bulanMu
Yakni bulan penuh Rahmat dan Ampunan
Sehingga kami ingat dosa-dosa yang kami perbuat
Untuk kami bertaubat padaMu

Ya Muhaimin, Ya Goffur
Pada malam yang Fitri ini
Berikanlah ridhoMu….
Berikan irodahMu
Dan tetaplah iman kami dalam iman Islam

Ya Azis, Ya Jabbar
Bukakanlah mata dan hati kami
Untuk lebih memahami kitabMu: Al-Qur’an
Sehingga kami terhidar dari dosa
Sehingga kami terbimbing ke arah jalan yang lurus

Ya Hayyu, Ya Qoyyum
Jangan palingkan hati kami
Ke arah jalan yang sesat
Jangan lemahkan iman kami
Jadikanlah hamba-hambaMu menjadi hamba yang sabar
Dan hamba yang “Laallakum Tattakun”

Ya Halim, Ya Rahman
Limpahkan berkahMu kepada kami
Ya Dzul Jalali Wal Ikrom
Berikanlah bangsa kami kedamaianMu
Berikanlah bangsa kami setetes demi setetes derajatMu
Dan terhindar dari malapetaka berkepanjangan

Ya Allah
Ampunkan kami
Ampunkan kami
Ampunkan kami atas khilaf dan nista. Amin

Sawangan, Juli 2012

Saturday, December 15, 2012

Puisi Merdunya Lantunan Ayat-ayat Suci | Muhammad Zakaria

0 komentar

sumber gbr : antarafoto.com

Merdunya Lantunan Ayat-ayat Suci
Muhammad Zakaria

Suara merdu terdengar di menasah dan mesjid
Seakan-akan membuat kita merinding
Mareka melantunkan ayat-ayat suci dengan begitu indah

Walau malam makin larut
Namun perasaan terasa masih begitu senja
Mareka tidak memperdulikan waktu

Semangat melantunkan ayat suci begitu besar
Walau dalam dinginnya malam
Begitulah antusiasnya mareka di bulan Ramadhan

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan
Atas ketulusan dan keikhlasan yang mareka kerjakan
Amin, amin,  ya Rabbal'alamin.

12-Aug-2012
www.kabarindonesia.com

Wednesday, August 15, 2012

Puisi Aku Gemetar Setiap Kali Suara itu Kudengar

0 komentar


Aku Gemetar Setiap Kali Suara itu Kudengar
Budhi Wiryawan

aku gemetar
setiap kali suara itu kudengar
andai aku bisa bertukar rupa menjadi bayi
akan kupecahkan tangis pertama di awal pagi
saat orang-orang belum merayakan datangnya idul fitri

tak ada pernah putus kata.
jikalau perpisahan itu harus terbaca
rindu yang membukit menyapaku pada ramadhan
yang entah, cukupkah umur di tahun depan ?

suka cita yang kubangun dari lapar dan dahaga
masih belum seberapa dari pintaku menggugurkan nasuha
di lubuk terdalam,tatkala malam membukakan pintu itu
meski kutahu lautan nikmat yang kuteguk, tak ingin dipisahkan oleh waktu

ya Robb, ijinkan aku meneteskan sebulir airmata qalbu
untuk menyempurnakan perpisahan ini, atas nama jiwa dan ragaku

Agustus 2012

sumber : fiksi.kompasiana.com


Wednesday, August 8, 2012

Puisi Lailatul Qadar (Malam Seribu Bulan) Misteri Ilahi

0 komentar


Lailatul Qodar Misteri Ilahi
Akbar Pitopang

Malam lebih baik dari seribu bulan
Air membeku, heningnya malam dan menunduknya pohon
Malam yang penuh berkah
Dimana dijelaskan atau ditetapkan

Segala urusan dengan penuh kebijaksanaan
Malam mulia yang tak diketahui seberapa besar kemuliaannya
Tak mampu dijangkau akal pikiran manusia
Pada saat malam itulah
Para malaikat turun ke bumi
Dengan membawa kedamaiaan dan ketenangan

Mari berlomba tuk dapatkan malam nan mulia ini
Perbanyaklah amalan wahai hamba Allah
Perpanjang dzikir bertasbihlah setiap nafas berhembus
Lakukan selalu amalan sunnah

Bacalah dengan nama Allah wahyu untuk segenap umat
Maka ketenangan batin pun akan kau peroleh
Adapun kedatangan malam mulia ini
Bisa terjadi kapanpun di bulan ramadhan

Hanya Allah yang tahu dan itulah misteri ilahi
Sedangkan tanda-tandanya orang yang mendapatkan malam itu
Mereka akan bertambah kebaikannya
Sholatnya semakin rajin ia tegakkan
Semakin merasa dekat dengan sang kholiq

Orang yang dapatkan malam ini
Dia akan semakin mendekatkan diri kepada Allah ta’ala
Bertambah iman dan taqwanya
Kapan kita dapat bertemu dengan malam mulia itu?
Wallahu a’lam bissowab

@Ramadhan 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com

Thursday, July 19, 2012

Puisi Mari Kita Sucikan Hati | Muhammad Zakaria

0 komentar

Mari Kita Sucikan Hati
Muhammad Zakaria

Bulan penuh rahmat sudah menanti hari tinggal esok hari
Bulan penuh ampunan sudah kembali
Marilah kita bersihkan diri
Jangan biarkan waktu itu berlalu sendiri
Tanpa diikuti oleh perbuatan yang suci

Kini waktunya kita kembali sucikan hati
Dari perbuatan yang keji
Baik itu iri maupun dengki
Apalagi yang berhubungan perbuatan tidak terpuji

Marilah kita sambut kembali
Makna dan momentun di bulan nan suci
Marilah kita berceria kembali
Dengan hati gembira dan ketulusan hati

Marilah kawan bariskan diri
Berbuat amal untuk diri sendiri
Janganlah sampai kita melalaikan diri
karena bulan ini hanya setahun sekali
Perbanyaklah amal di setiap hari
Semoga Allah selalu meridhoi

19-Jul-2012
www.kabarindonesia.com

Sunday, June 10, 2012

Puisi Sahur Terakhir | Linda

0 komentar


Sahur Terakhir
Linda

di meja makan aku terpekur
hidangan di pelupuk mata
semua berkat rizki Allah yang maha hebat
menyulap yang tak ada menjadi ada
menjelma menjadi anugrah tiada terkira

air mata ini menetes
seiring dengan kunyahan pertama
inilah sahur terakhir ramadhan tahun ini
yang dijalani dengan segala peristiwa
di sela-sela kerja keras penyambung nyawa

bertahan dari segala penyakit yang menerpa
menghadapi godaan iblis yang muncul di atas kepala
semua tertepis ganas oleh malaikat penyelamat
karena hembusan iman senantiasa menyala..

kutatap sekali lagi rizki berlimpah ini
tiada terkira Tuhan bila mencintai hambaNYA
pemaaf pengasih dan selalu memeluk tanpa lara
hanya kitalah yang kadang tak mengenal malu
karena sudah dipenuhi segala kebutuhan hidup segalanya
masih kurang memuja mengikuti apa perintah muliaNYA..

sahur terakhir di penghujung ramadan
menyeret hati kembali pilu
betapa selama ini kenyamanan hidup tak pernah terbengkalai
seiring dengan lapar
bertambah pula dengan ganasnya dahaga
semua menjadi pelembut hati
untuk masuk lewat jemari..

sahur terakhir yang mempesona
kembali kutatap meja makan berisi segala nikmat
apalagi yang bisa kuingkari dari segala berkah Allah
tak ada…
tak ada…
sebab luka hati dan jurus nestapa
tewas seketika oleh pensyukuran nikmat tiada tara..

izinkanlah hamba ya Allah
menikmati sahur-sahur di tahun mendatang lagi
dengan rupawan dan tentram hati
sembari Engkau selalu menemani

sampai aku menutup mata nanti…

29 Agustus 2011
sumber : http://www.kompasiana.com/linda

Puisi Tentang Ramadhan | Bertemu Kembali

0 komentar


Bertemu kembali
githaviani

Alhamdulillah...
Kau pertemukan kembali aku dengan bulan Suci-Mu
bulan yang penuh dengan bonus pahala
sebagai bekal aku untuk kelak kembali kepada-Mu

Subhanallah..
Seluruh umat-Mu menyambut gembira
ayat-ayat Mu pun diucapkan
demi mencapai surga-Mu

Astagfirullah..
sebelumnya umat-Mu terlena dengan dunia
kini mereka mulai membentangkan sajadah
Berpuasa dan berzikir pada-Mu

Allahu Akbar
Mengagungkan kebesaran-Mu
Mensucikan diri dengan ayat-ayat-Mu
Guna kembali Fitri dihadapan-Mu

05 Agustus 2011
sumber : forum.kompas.com

Friday, June 8, 2012

Puisi Koruptor Di Bulan Ramadhan

0 komentar


Koruptor Di Bulan Ramadhan
Fauzing

Gemah ripah loh jinawi
Materialistik kaum koruptor bertobat
Sejenak Ramadhan waktunya
Uang sedekah bukan untuk suara PEMILU

Mampukah koruptor bertobat
kembalikan uang pada rakyat
Dengan Ikhlas
Itu Jawabnya

Puasalah koruptor
Ini bangsamu
Jangan Kau nodai
Ramadhan datang bertobatlah

Puasa para koruptor
Berjibaku mengembalikan keringat rakyat
Tuhan memberkati
Koruptor, bertobatlah....

03 Agustus 2011

forum.kompas.com


Puisi Rindu Ramadhan | Dalam Duabelas Kerinduan

0 komentar


Dalam Duabelas Kerinduan
Ariefhan

bukan karna surga di depan mata
bukan juga limpahan harta
puasa tiba untuk mencairkan hati
puasa tiba untuk membersihkan diri

bila mana tuhan mengiyakan
aku ingin setiap bulan adalah Ramadhan
bila mana Tuhan mengijinkan
ku ingin tutup usia di bulan ini saja
bila mana Tuhan mengijinkan
ku hanya ingin merindu berkahnya saja

bukan karna surga di depan mata
bukan pula takut masuk neraka
sudah renta hati menunggumu
kau kini singgah di teras rumahku
marhaban ya ramadhan
aku rindu padamu, masuklah mari masuk
aku rindu dibelai malammu
marhaban ya ramadhan

dalam dua belas
aku merindu
dalam satu ku curahkan usahaku

29 Juli 2011

forum.kompas.com


Puisi Menyambut Bulan Puasa | Marhaban Ya Ramadhan

0 komentar


MARHABAN YA RAMADHAN
Sadarudin

Selamat datang Ramadhan, bulan suci
Bulan untuk mensucikan jiwa dan hati
Bulan untuk menebar kasih dan emphaty
Demi tegaknya harmoni dalam masyarakat madani

Menaklukkan nafsu angkara murka
Tidak hanya bulan Ramadhan saat kita puasa
Tapi di bulan berikut, setelah bulan puasa
Sehingga nilai-nilai puasa jadi refleksi dari pola perilaku kita

Dengan Puasa kita didik diri kita sendiri
Menjadi insan yang taqwa dan disiplin diri
Insan penuh dedikasi dalam bermasyarakat
Dedikasi untuk kemaslakhatan dan harmoni

Puji syukur kuucapkan kepada Allah, wahai Tuhanku
Yang memberi kesempatan kepadaku
Kesempatan puasa bersama sahabat seimanku
Pada Ramadhan yang penuh, rakhmat dan ampunan-Mu

Semoga kita memperoleh kemenangan dalam berpuasa
Kemenangan dalam pengendalian diri dan mencapai kesabaran
Menjadikan karakter kita jadi lebih tangguh, berakhlak mulia
Itulah Kemenangan hakiki dalam berpuasa

31 Juli 2011

http://forum.kompas.com


Puisi Puasa | Bulan Seribu Bulan

0 komentar


Bulan Seribu Bulan
dienim

Temaram malam menghilang
Seiring menyingsing fajar
Seakan masih terngiang dalam ingatan,
Tatkala setahun lalu masih berkesempatan ,
Jalankan ibadah Ramadhan,

Hari berganti, bulan berputar
Iringi rotasi menurut Sang Khalik.
Putaran masa mengajak kita kembali
menyongsong Sang Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan,
Bulan seribu bulan
Bulan yang penuh rahmat,
maghfirah dan ampunan-Nya

Sebelum imsyak sahur pertama,
-Sebelum kita arungi samudera pahala
Mengayuh dengan rasa sabar,
Menahan nafsu, angkara,
Maupun rasa iri-
Menjelajah sejuta hikmah
Mengejar ridho Illahi Rabbi-

Inginnya raga berhadapan
Ucapkan maaf dengan nyata.
Namun ruang memang terpisahkan
Ada jarak memisahkan
Dengan kerendahan hati,
Luangkan hati yang lapang
Ku berharap
-Mohon maaf lahir dan batin.
Mohon maaf segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja
Temaram malam menghilang
Seiring menyingsing fajar
Seakan masih terngiang dalam ingatan,
Tatkala setahun lalu masih berkesempatan ,
Jalankan ibadah Ramadhan,

Hari berganti, bulan berputar
Iringi rotasi menurut Sang Khalik.
Putaran masa mengajak kita kembali
menyongsong Sang Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan,
Bulan seribu bulan
Bulan yang penuh
Rahmat, maghfirah dan ampunan-Nya

Sebelum imsyak sahur pertama,
-Sebelum kita arungi samudera pahala
Mengayuh dengan rasa sabar,
Menahan nafsu, angkara,
Maupun rasa iri-
Menjelajah sejuta hikmah
Mengejar ridho Illahi Rabbi-

Inginnya raga berhadapan
Ucapkan maaf dengan nyata.
Namun ruang memang terpisahkan
Ada jarak memisahkan
Dengan kerendahan hati,
Luangkan hati yang lapang
Ku berharap
-Mohon maaf lahir dan batin.
Mohon maaf segala kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja-

29 Juli 2011
http://dienim.wordpress.com

Sunday, September 19, 2010

Puisi Tema Puasa | Karya Hendy CH Bangun

0 komentar

Puasa
Hendy CH Bangun

Bukan hanya gemetar dan rasa lapar
Terus membelit impian-impian liar
Mengingatkan pada amsal ular
Yang membuat
Adam dari surga terlempar


Bahkan saat kau dirikan
Tiang-tiang utama bangunan iman
Masih bertebaran
lumpur dan bau asam
Di setiap gerakan badan
Kumatikan pun semua indera
Tetap saja dia menyusup
Lewat aorta dan vena
Ke jantung yang berdegup


Betapa lemah
Betapa rendah
Bahkan tanpa digoda
Kau sudah mau menyerah


Saat Berbuka Puasa
Di tengah desah syukur
Dan sayup adzan melantun
Setan-setan berebut
Menyorongkan tangan ke mulut
Sampai kau tak sanggup


Empat belas jam bertarung
Kau nyaris kalah
di detik-detik terakhir
Diaduk silau hidangan
di atas meja
Yang diputarkan
iklan televisi setiap kali
Ada yang bilang itu biasa
Seperti menyerobot
antrian dan lampu merah
Atau mengantongi uang
tanda terima kasih
Lalu buat apakah
Kau menahan nafsu dan dahaga
Sambil berzikir?


Ingin kaupejamkan mata
Mengunjungi lagi
danau penuh teratai
Atau temaram senja
menenggelamkan
matahari di pantai
Terus terang
tak mudah menahan goda


Sehabis Berbuka Puasa
Jam berapa?
Lalu kau merasa
Cukuplah berdoa sendiri saja
Sambil mengeluhkan perut kenyang
Dan bising suara
anak-anak di mesjid
Saat shalat tarawih


Betapa berat menggulir
bola-bola tasbih
Ketika terdengar dialog
dan suara televisi
Menusuk kuping
Lalu kau bayangkan
gadis-gadis cantik
Dan komedi lucu
yang kau tonton rutin


Padahal padamu dijanjikan
Berlimpah bonus dan pahala
Yang belum tentu
kau temui ramadhan depan
Yang kau hitung
dengan kalkulator apapun
Hasilnya hanyalah
untung dan untung
Rahmat apalagi
Yang kau ingkari?

Masih tersisa sedikit malam
Untuk jam karet dan kantukmu
Segerakanlah

Palmerah Barat, 25 Agustus 2009

Saturday, September 11, 2010

Puisi Ramadhan Terbaru | Tentang Bulan Suci Ramadhan

0 komentar

Marhaban Ya Ramadhan |Puisi Ramadhan
04/09/2008

Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku
Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu
Hari hari Mu masih saja kulalui
Tanpa isi
Tanpa makna
Tanpa syukur
Bahkan dengan sikap Takabur

Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu
Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku
Yang lain bukan makhlukMU,
Yang lain bukan UmatMU

Dalam Doaku......
Sering kusampaikan dengan memaksa
Seolah akulah yang lebih tahu,dariMU, Sang Mahatahu
Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan
Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan

ijar@ujecentre.com

Bulan Suci-Mu |Puisi Ramadhan
02/10/2007

yang suci Bulan ini
Bulan yang penuh rahmat-Mu
Ku bersujud dihadapan-Mu
Memohon segala ampunan dari-Mu

Di Bulan yang Kau muliakan
Ku Jalani dengan ke khusyukan hati
Bulan yang lebih mulia
Dibandingkan dengan semua yang ada dibumi ini
Terdengar seruan Asma-Mu
Di berbagai penjuru bumi
Menyadarkan ku untuk kembali
Menuju jalan lurus-Mu
Jalan Putih,diLorong Putih-Mu
Ku tempuh semua dengan pasti
Untuk mengharap Ridho-Mu
Walau menghadapi segala rintangan
Malam-Mu yang begitu indah
Malam LAILATUL QADAR
Memanggil kami para umat-Mu
Untuk berlomba-lomba mendapatkan malam-Mu
Pada bulan yang suci
Jalan Putih,diLorong Putih-Mu
Ku bersujud dihadapan-Mu
Memohon ampunan-Mu
Ya Robbi………….

Karya: Reriana I (SMAN41, X5)

RAMADHAN | Puisi Ramadhan
07/09/2007

Ramadhan....
Bulan yang penuh fitri
Bulan yang penuh ampunan
Pahala yang besar
Hatiku senang
Menyambut bulan yang suci



Ramadhan………
Sahutan Adzan terdengar riang
Lafaz Al-qur’an terdengar merdu
Suara takbir yang bergema

Ramadhan………
Bulan penuh pengampunan
Cahaya kemenangan selalu datang
Di bulan Ramadhan……..


by: Ijar_UJE Centre

Sumber: www.ujecentre.com & www.gen22.blogspot.com

Tuesday, May 11, 2010

Sajak Sunda Ramadhan | Peuting Nuzulul Quran I

0 komentar

PEUTING NUZULUL QUR'AN I
Etti R.S.

'na trotoar milang lengkah neuteup bentang
sanggeus beueus ku hujan dua rintakan
hawar-hawar sora adan beulah wetan
awor jeung klakson angkot, motor, jeung sedan
indung peuting nu ngalimpudan bulan
lir sweater nu mulen awak maranehna sisi jalan
atawa palekat nu marengan nganti karidoan:
kauntungan ti Pangeran
bareng jeung nu dipiharep ku galandangan
bareng jeung harepan nu tingrariung sisi jalan

Peuting nu dianti pinuh kaasih
awor jeung rumahuh ngemu.kapeurih
`na trotoar batin ceurik elah-elih

Bandung, Ramadhan 1994

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |