Showing posts with label Tema Puisi Anak. Show all posts
Showing posts with label Tema Puisi Anak. Show all posts

Monday, October 20, 2014

Puisi Anak Tentang Padang Karamunting | Fitria Nur Musa’adah

0 komentar



Padang Karamunting
Fitria Nur Musa’adah

saat aku berjalan
di tengah-tengah hutan
aku melihat pohon karamunting
aku menghentikan langkahku
saat aku memperhatikannya dengan jelas
ternyata
pohon karamunting berbuah sangat banyak sekali
aku pun bingung
melihat pohon karamunting yang berbuahan
ternyata di situ hutan padang karamunting

aku kagum padamu
saat aku memandang
kau terlihat begitu anggun
dengan bungamu yang berwarna ungu
sangat menarik bagiku
terlebih dengan bungamu yang lebat
akan tampak menarik

Cempaka, April 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Fitria Nur Musa’adah, lahir di Cempaka, 31 Maret 1998, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Tuesday, October 14, 2014

Puisi Anak Tentang Ayah | M. Jainul Hilmi

0 komentar


ilustrasi

Ayah
M. Jainul Hilmi

kau selalu mencari nafkah buat kami
sedih dan gembira kau selalu ada
kaulah yang memberi harapan kami untuk hidup

terima kasih segala-galanya
kini hidup kami bahagia
dan gembira
kini giliran kami akan menjagamu

Cempaka, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(M. Jainul Hilmi, lahir di Cempaka, 28 Juli 1996, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Puisi Dengan Nama Allah | Sjamsiar Seman

0 komentar



Dengan Nama Allah
Sjamsiar Seman

Bismillah artinja
dengan nama Allah.
Rahman, artinja jang Pengasih.
Rahim, artinja jang Penjajang.

Bismillah kita utjapkan.
Setiap dimulai pekerdjaan.
Pekerdjaan berat ataupun ringan.
Baik diwaktu siang ataupun malam.

Kita harus katakan:
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim!
Ketika mulai minum dan makan.
Ketika hendak pergi berdjalan.
Ketika ingin tidur istirahat.
Ketika apa apa jang dibuat.

Katakan itu nama Allah.
Semua pekerdjaan mendapat berkah.
Segala perbuatan djadi sempurna.
Djauhkan dosa, tjari pahala.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim!
Selalu diutjapkan oleh Si Muslim.

(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)


Wednesday, October 8, 2014

Puisi Senyum Anak Cempaka | Wardah Asyahri

0 komentar

ilustrasi -mudazine.com


Senyum Anak Cempaka
Wardah Asyahri

menyelimuti canda dan tawa
yang tidak pernah lepas
dari anak-anak Cempaka

senyum yang indah
di bibir teman-temanku
yang selalu aku ingat

rasa bahagiaku
bila bersama mereka
di antara senyum anak Cempaka
yang tidak pernah hilang
dan
selalu bersemi
setiap hari
senyum anak Cempaka

Cempaka, April 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Wardah Asyahri, lahir di Kuala Kapuas, 4 Juni 1998, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)

Friday, October 3, 2014

Puisi Anak Tentang Embun Pagi | Nida Luthfina

0 komentar



Mutiara-mutiara Embun
Nida Luthfina

mutiara-mutiara embun di pagi hari
menetes dari daun ke tanah
membasahi pagi yang berkabut
matahari mulai muncul dari ufuk timur
embun bagai permata yang jatuh dari langit

bagai intan jatuh ke tanah
pagi terasa sejuk
karena ada embun yang dingin menyegarkan

embun
kau menjadikan pagi terasa segar, sejuk

Cempaka, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Nida Luthfina, lahir di Pelaihari, 5 Mei 1998, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Hari Lebaran | Sjamsiar Seman

0 komentar



Lebaran
Sjamsiar Seman

Lebaran ……….. Lebaran!
Hari Raja …………. Hari Raja!
Hari Raja Aidil Fitri!
Disambut dengan senang hati.

Tua dan muda.
Anak-anak dan orang dewasa.
Baik laki-laki atau wanita.
Semua bergembira, semua bersuka.

Pergi kemesjid jang besar.
Pakaian baru pakaian indah!
Hati jang penuh berdebar-debar.

Dirumah telah tersedia.
Matjam2 kue, minuman dan apa sadja.
Ajo, silahkan! Kita tidak lagi puasa!

Si Muslim berdjongkok dihadapan ibu.
Sudjud mentjium tangan ibu.
Minta ampun, minta maaf.

Ibu dan ajah mengeluarkan air mata.
Karena hatinja terharu dan gembira.

(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)

Thursday, October 2, 2014

Puisi Anak Tentang Ibu | Hilyati Muna

0 komentar

Ilustrasi


Ibu
Hilyati Muna

ibu, kau adalah matahari dalam hidupku
yang selalu menyinari hari-hariku
ibu, kau adalah bulan dalam malamku
yang selalu menerangi gelapnya malamku

ibu, kau adalah mimpi dalam tidurku
yang selalu menemani tidurku

ibu, kau adalah pelangi
yang selalu mewarnai hari-hariku

oh, ibu
kau sangat berjasa dalam hidupku
ketika kusedih kaulah gembiranya
ketika kusakit kaulah obatnya
atas semua jasamu selama ini
tiada yang berjasa selain dirimu
ibu

Cempaka, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Hilyati Muna, lahir di Cempaka, 8 Juni 1997, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Bunga Melati | Nurul Magfirah

0 komentar



Bunga Melati
Nurul Magfirah

kau begitu wangi
warnamu putih
batangmu hijau
tidak ada pun duri

karena itu
aku suka bunga melati
kau tumbuh ke sana ke sini
kadang-kadang aku
melihatmu di samping rumahku

setiap pagi dan sore
aku menyirammu
hingga kau tumbuh mekar
ada yang memanfaatkanmu
sebagai pakaian pengantin

aku pernah tidak menyirammu
berminggu-minggu
hingga kau layu dan mati
aku sangat sedih
tidak punya bunga melati lagi

Pembataan, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Nurul Magfirah, lahir di Pembataan, 8 Agustus 1997, SDN Landasan Ulin Barat 3 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Uang Saku | Retno Setyoning Tyas

0 komentar

sumber : www.parenting.co.id


Uang Saku
Retno Setyoning Tyas

meskipun receh
kau tetap uang
apalagi di saku
kini sakuku berisi
hi…!
sakuku tak rata lagi
receh
ya biarin
itu uang sakuku
semampu ayah dan ibu

Pembataan, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Retno Setyoning Tyas, SDN Landasan Ulin Barat 3 Banjarbaru)


Monday, September 29, 2014

Puisi Anak Tentang Bulan | Syahrin Ramadan

0 komentar



Bulan
Syahrin Ramadan

bulan kau selalu ada saat malam
kau selalu ditemani bintang
kau sangat indah dilihat dari bumi
bulan kau selalu ada di setiap malam
kalau kau tak ada bagaimana bumi ini
malam hari sangat dingin
bulan apakah kau tidak lelah
menerangi bumi yang berputar ini
aku hanya ingin kau selalu ada di bumi
untuk menerangi malam yang dingin ini

Pembataan, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Syahrin Ramadan, lahir di Banjarbaru, 1 Januari 1999, SDN Landasan Ulin Barat 3 Banjarbaru)

Puisi Anak Tentang Air Hujan | Faisal Akhyar

0 komentar

Air Hujan
Faisal Akhyar

tetes-tetes air hujan
dan bunyi di seng
bila datang hujan banyak orang
di dalam rumah kedinginan
ada orang tidur dan menonton televisi

ada anak-anak main hujan
dan dia gembira, senang
lalu dia pulang basah dan kedinginan

Pembataan, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Faisal Akhyar, lahir di Samarinda, 16 Agustus 1996, SDN Landasan Ulin Barat 3 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Kebun Jerukku | M. Apandi

0 komentar

Kebun Jerukku
M. Apandi

kuberteduh di bawah pohonmu
dari sengatan matahari
daunmu sangat lebat
kupelihara kebunku dengan baik

tak sabar rasanya
ingin kunikmati buah jeruk dari kebunku
yang aku rawat susah payah
sekian lama aku merawat susah payah
kan kurawat sampai akhir hayatku

Pembataan, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(M. Apandi, lahir di Pembataan, 1 November 2000, SDN Landasan Ulin Barat 3 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Kebersihan | Sjamsiar Seman

0 komentar

Kebersihan
Sjamsiar Seman

Djagalah kebersihan!
Kebersihan sebahagian dari iman.

Kebersihan mendjaga kesehatan.
Kebersihan mendjadi keindahan.
Kebersihan mendjadi kesenangan.

Si Muslim selalu bersih.
Badju, tjelana dan sepatu selalu bersih.
Gigi disikat, mandi setiap hari.
Kaki dan tangan selalu ditjutji.

Si Muslim bekerdja sendiri.
Menjapu lantai, menggosok kursi.
Tempat tidur dibersihkan.
Sampah dihalaman dikumpulkan.
Indah sekali dipandang.
Ibu dan bapak selalu senang.

Bila bersih penjakit hilang.
Bila kotor penjakit datang.

Si Muslim tidak pernah lupa.
Si Muslim tidak pernah alpa.
Karena ia selalu ingat
Kebersihan sebagian dari iman!

(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)


Sunday, September 28, 2014

Puisi Tentang Bonekaku | Nurlia Rahmah

0 komentar

Bonekaku
Nurlia Rahmah

bonekaku yang cantik
bonekaku yang lucu
bonekaku
aku senang di dekatmu

bila engkau hilang
maka dunia ini
terasa hampa dan sunyi

oh bonekaku
andai engkau hidup
pasti kita akan bermain setiap saat
aku ingin engkau menjadi sahabatku
di setiap saat

Cempaka, Maret 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Nurlia Rahmah, lahir di Cempaka, 24 Januari 1998, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Puisi Anak Tentang Kupu-kupu | Wahdaniah

0 komentar

Kupu-kupu
Wahdaniah

sayapmu begitu indah
dengan warnamu yang menarik
saat kumelihatmu
terbang di atas bunga mawar
yang indah dan terayun pada tangkainya

memandang bunga-bunga
berwarna-warni
sangat lincah terbangmu
kian ke mari

senja mulai tiba
kau pun beterbangan
di antara pepohonan
untuk kembali pulang

Cempaka, April 2009

Puisi Anak Dalam Bunga-Bunga Lentera
(Wahdaniah, lahir di Marabahan, 13 November 1996, SDN Cempaka 2 Banjarbaru)


Saturday, September 27, 2014

Puisi Anak Tentang Maulud | Sjamsiar Seman

0 komentar

Maulud
Sjamsiar Seman

Maulud artinja dilahirkan.
Maulud Nabi kita, Nabi Muhammad.
Tanggal duabelas, bulan Rabi’ul awwal.
Dirajakan dengan penuh hidmad.

Nabi dilahirkan dikota Mekah.
Oleh ibu beliau Siti Aminah.
Bapak Abdullah meninggal dunia.
Nenek, Abdulmuthalib memelihara.

Ketika ketjil djadi gembala.
Kemudian pedagang jang dipertjaja.
Selalu bidjaksana dan disegani.
Muhammad digelari dengan Al Amin.

Isteri beliau Siti Chadidjah.
Tiga putera, Kasim, Ibrahim dan Abdullah.
Empat puteri, Zainab dan Rokajah.
Umu Kalsum dan Fatimah.

Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.
Empat orang sahabat Nabi.
___________________
(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)


Puisi Anak Tentang Sembahjang | Sjamsiar Seman

0 komentar

Sembahjang
Sjamsiar Seman

Si Muslim Ketjil pakai kopiah.
Berbadju putih sarongnja indah.
Ibunja heran melihat si Muslim.
Berlagak seperti orang jang alim.

Mau kemana engkau Lim? tanya ibu.
Pergi sembahjang! si Muslim Ketjil berseru
Ibu ketawa karena gembira
Hatinja senang tidak terkira

Si Muslim Ketjil sudah pergi
Disana kawan2nja sudah menanti
Si Bujung, si Udjang, si Karli.
Si Toto, si Kadir dan banjak lagi.

Pergi kesurau tudjuan mereka.
Berkawan-kawan bersama-sama.
Turut sembahjang berdjemaah.
Menjembah Tuhan memudji Allah.

Mari kita sembahjang!
Mulai sekarang!

Mari sembahjang!
Mari sembahjang!
____________
Nb. Versi terbitan 1978: Mau ke mana engkau Muslim? tanya ibu (bait 2, baris 1);

(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)


Puisi Anak Tentang Berwudhu | Sjamsiar Seman

0 komentar

Berwudhu
Sjamsiar Seman

Si Muslim Ketjil sudah pandai berwudhu.
Berwudhu, mengambil air sembahjang.
Dia sering melihat ajah dan ibu.
Berwudhu sebelumnja pergi sembahjang.

Air wudhu harus baik!, kata si Muslim.
Dia rupanja sudah tahu.
Djika air wudhu terpakai kita.
Wudhu itu mendjadi sia-sia.

Si Muslim Ketjil sedang berwudhu.
Niatnja djuga dia sudah tahu.
Disiramnja muka dan tangan.
Ubun-ubun, telinga kiri dan kanan.
Tak lupa pula kedua kaki.
Kesemuanja itu dalam tiga kali.

Kearah kiblat si Muslim berdiri.
Tangan diangkat tersusun djari.
Ia mendo’a kepada Ilahi.

Doanja itu pendek sadja.
Karena itu ia telah hafal sadja.

Si Muslim Ketjil pandai sekali
Ibu dan bapaknja bersenang hati.
____________
Nb. Versi terbitan 1978, penerbit Djambatan: Jika air kotor terpakai kita (bait 2, baris 3); Kesemuanya itu diulang tiga kali (bait 3, baris 6); Doanya pendek saja (bait 5, baris 1).

(Dari buku "Taman Si Muslim Ketjil" Sajak Keagamaan untuk anak 8-12 Tahun. Karya Sjamsiar Seman. Penulisan masih menggunakan ejaan lama)



Tuesday, November 5, 2013

Puisi Tentang Udara | Nabila Indah Nurahmah

0 komentar

Udara
Nabila Indah Nurahmah

Oh udara kau sangat segar
Oh udara kau sangat sejuk
tanpa kau manusia tak bisa hidup

udara
udara kami masih mebutuhkan mu
udara maaf kan kami telah mengotorimu
trimakasih udara telah menghidupi kami

jawa timur batu malang,20 juli 2013


Monday, July 29, 2013

Puisi Boneka Kesayangan | Qonita Az-Zahra

0 komentar

Boneka Kesayangan
Qonita Az-Zahra

engkau menemaniku saat aku sedih
mengajakku bermain
sampai larut malam

engkau setia menghiburku
kapan pun yang kau mau
selalu membuatku senang
disetiap hari-hariku

aku tidak pernah sedih
karna engkau selalu menghiburku
walau tanpa bicara
engkau selalu setia

Depok , 30 september 2002


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |