Ernita Kahar
Dalam kebisuan Baiturrahman
Lamat-lamat engkau bisikkan keragu-raguan
Pada waktu dan kenyataan
Yang telah mencabik-cabik hati nuanimu
Engkau yang sejuk mengalirkan damai
Terkepung api yang siap membakar
Mengangislah Baiturrahman
Sampai azab yang pedih diturunkan Tuhan
Kepada mereka yang telah membuat engkau berduka
Sampai seribu pedang Tuhan tertancap
Di jantung seribu iblis yang mengusik kesempurnaan cinta
Yang engkau sebarkan kesegenap jiwa orang-orang
Yang menitipkan hati mereka padamu
Duka yang kau miliki adalah luka yang mereka semaki
sambil menari
Baiturrahman
Yakinlah, mereka duri-duri itu akan melukai kaki mereka sendiri
*) masjid raya (agung) di tengah kota Banda Aceh yang menjadi landmark tanah Aceh
Showing posts with label Ernita Kahar. Show all posts
Showing posts with label Ernita Kahar. Show all posts
Friday, May 7, 2010
BAITURRAHMAN*)
0 komentar Friday, May 07, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiACEH DALAM KENANGAN | Puisi Ernita Kahar
0 komentar Friday, May 07, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiACEH DALAM KENANGAN
Ernita Kahar
Ketika kecipak air krueng daroy*) membuat kau terlena malam ini
Biarlah jiwamu hanyut bersamanya
Lalu impikan putroe phang*) bercengkerama
Berlarian sepanjang gunongan*)
Ketika nyaring suara muezzin*) membangunkan kau esok hari
Pandanglah kepada jantung tanah ini
Di mana awal nadi berdenyut dan dinamika hidup di mulai
Pandanglah kepada Baiturrahman*) yang memberimu damai
di segenap rasa dan indra
Pandanglah kepada rumah yang memberimu ketentraman
Bila rumpun padi engkau saksikan kuning-kemuning
Bayangkanlah semampai dara tanah ini
Meliukkan ranup lampuan*)
Gemulai lenggok serune kale*) sakral
Sampai keperaduan puteri bunsu*)
Bila engkau dengar derap rapa’i*)
Maka saksikanlah gelora seudati*)
Membakar semangat putra-putri tanah ini
Pergiatlah mengabdi
Kepada tanah di mana kita berasal dan telah menjadi besar
Lalu jika engkau lihat pantai-pantai berpasir emas
Bukit-bukit berjajar dan hutan-hutan perawan
Pujilah kebesaran Tuhan
Memberi kekayaan ruah milik putra-putri yang tegar
Dengan otak seruncing mata rencong
Maka dengarlah hikayat yang mereka lantunkan
Saksikan semarak serebak
Dan tawa para bocah yang menyimpan harap
Marilah memandang jauh merambah
Denyut kehidupan di sini
Maka janganlah malu mengakui
Engkau pasti akan merindukannya lagi
*) nama sungai yang melewati belakang pendopo gubernur Aceh sekarang
*) permaisuri raja Aceh, yang berasal dari Pahang Malaysia
*) tempat pemandian putra-putri raja tempo dulu
*) pengumandang azan di mesjid
*) mesjid raya Banda Aceh
*) nama tarian menyambut tamu
*) alat musiktiup khas Aceh
*) nama putrid dalam mitos
*) alat musikperkusi khas Aceh
*) tarian terkenal Aceh yang dimainkan kaum lelaki
BIOGRAFI - ERNITA KAHAR
0 komentar Friday, May 07, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDilahirkan di Banda Aceh 15 November 1974, pernah bergabung sebagai pekerja seni bersama teater Bom dan sering menjuarai lomba penulisan puisi ketika masih sebagai pelajar.
Subscribe to:
Posts (Atom)
