Showing posts with label Lailatul Kiptiyah. Show all posts
Showing posts with label Lailatul Kiptiyah. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

Puisi Elegi "Pelajar Korban Tawuran Di Jakarta" | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Elegi*)
:Alawy  Yusianto Putra dan Deny Januar
Lailatul Kiptiyah

bagimu, pagi adalah mimpi penuh doa
menghampar jauh dari tapak kaki ibu
menuju taman-taman kecil
bersahaja

bilangan kalender seperti angka-angka
singgah menyinggah, berlarian
berebut ruang di kepala
untuk kelak membentukmu menjadi apa

matahari  masih tinggi di minggu akhir september
ketika  langkahmu tiba-tiba menjadi jauh
dari hamparan tapak kaki ibu
dari angka-angka yang berlarian di ruang kepalamu

dan bahwa apa yang telah kau tinggalkan;
sepatu, buku-buku dan seragammu
kini menjadi bait-bait lagu paling sendu
di makam-makam kecilmu

 *)mengenang keduanya yang telah menjadi korban tawuran antar pelajar di Jakarta,
tanggal 25 dan 26 September 2012 lalu.

Tuesday, February 5, 2013

Puisi Bianglala | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Bianglala
Lailatul Kiptiyah

Kini biarkan aku duduk dengan sabar
di sudut selasar
menanti gemuruh petir reda
setelah itu aku akan berjalan
menuju tepian samudra
menjemput selengkung bianglala
yang terpalung di relung hujan
untuk kuselendangkan di pundak duka

Karunia yang terlahir dari ruh cahaya

2011

Tuesday, January 29, 2013

Puisi Mengantar Mayit | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Mengantar Mayit
Lailatul Kiptiyah

sekawanan burung
beriringan menuju langit
di petang yang murung
sebagian bulu-bulunya luruh, menerpa kafan sang mayit

sang mayit yang sepi dari pengantar
hanya kesiur angin petang mengembusi pucuk-pucuk lontar
rerumput dan tanah di sekitarnya nampak garing
pangantar tak seberapa itu terus mendaraskan
doa-doa hening
ke sebuah liang sunyi lagi sempit
jasad sang mayit di turunkan
tanah-tanah yang terberai segera di timbunkan
: maka sempurnalah pemakaman

petang semakin tenggelam di ufuk paling nun
ketika talqin terlantun
al-fatihah, al-fatihah
“semoga jarak kepadaMu tertempuh sudah”

Maret, 2012

Wednesday, January 16, 2013

Puisi Dari Sebuah Malam | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Dari Sebuah Malam
Lailatul Kiptiyah

dadamu adalah seceruk kolam
di mana daun-daun luka luruh
diam lalu tenggelam

sengat matahari telah meninggalkan
warna memar
di ujung keningmu

ia menyerupai garis-garis doa
yang terus memanjang
hingga melampaui jarak batas pandang

jarak yang tak henti
menjemput takbirMu

September, 2012

Thursday, January 10, 2013

Puisi Tentang Gambar | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Gambar
Lailatul Kiptiyah

selembar kertas terbang
singgah di bangku taman
gambar wajahmu
bertumbuh waktu, kenangan
berlepasan
dari sekat mimpiku

2011


Tuesday, December 25, 2012

Puisi Sebuah Pagi (Tentang Kita) | Lailatul Kiptiyah

0 komentar

Sebuah Pagi (Tentang Kita)
-teruntuk TSP-
Lailatul Kiptiyah

sebuah pagi lembut mengetuk pintu
ia memberimu salam lewat kicau burung
memekari matamu dengan ranum embun.
aku membayangkan buku-buku dengan
cerita-cerita lama
selalu rapi kau letakkan
di rak-rak almari di ruang keluarga.
sepenuh kasih sayang kau merawatnya
seperti rindu
seperti doa
seperti cinta.
sebuah pagi lembut bertandang
aku membayangkan kau dan aku duduk
bercengkerama. di bilik dapur sederhana.
menyeduh teh, memanggang roti dengan
mentega, mencuri kata-kata milik para
penyair lama.
setelah itu kau dan aku akan menulis puisi-puisi
cerita-cerita,
catatan-catatan sederhana
tentang apa saja;
tentang kita.

November 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

Saturday, December 1, 2012

Puisi Musim Tanam | Lailatul Kiptiyah

0 komentar


Musim Tanam
Lailatul Kiptiyah

Hujan yang mencurah ke sumur-sumur ledeng
telah mengekalkan tibanya musim rendheng

Benih-benih padi yang  kau semai
ramai bercukul  hijau rinai
Sekawanan belibis terbang hinggap di pematang
di dadamu yang tipis,  duka lama telah mencipta kubang

Seperti sejarah yang  tak tahu mengapa terus berulang
padamu, segala musim di titipkan
Jalan takdir
yang menuntunmu pulang

2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

Monday, November 26, 2012

Sajak Rapuh | Lailatul Kiptiyah

0 komentar


Sajak Rapuh
Lailatul Kiptiyah

dan tentu, aku pastilah serapuh
daun-daun dan bunga-bunga
yang meluruh itu
ketika musim silih berganti
membuatku rebah
melata
ke tanah-tanah
kecuali Kau setia menuntunku
menyemaikan akar
di jalan-jalan
menuju rumahMu

October, 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

Wednesday, November 21, 2012

Syair Sedih | Lailatul Kiptiyah

0 komentar


Syair Sedih
Lailatul Kiptiyah

Sepi yang mengekal di pelupuk malam
merobek mata hatiku yang kelam

Di atas lembaran kitab yang menua
huruf-huruf terus bernyanyi
mengabarkan maknanya
sebagian lagi
memeluk rahasia
penciptanya

Di luar kudengar jerit kuk kuk burung hantu
seolah maut telah tiba di muka pintu
lalu kulihat pada cermin, kilasan wajah-wajah sedih
wajah dosa dan doa yang terus tumpang tindih

Jakarta, Februari 2012 (Maulid 1433 H)
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

Wednesday, November 14, 2012

Puisi Pesan Rindu kepada Ayahku | Lailatul Kiptiyah

0 komentar


Pesan Rindu kepada Ayahku
Lailatul Kiptiyah

terentang jarak
di tengah jalaran waktu
mimpi berdesis di telinga angin
membuka katup rindu, memanggil ayahku

kemudian angin melesat pergi
dari hening yang pilu
menumpahkan tangisnya di gigir karang sepi

lalu jemari ombak menyentuh bibir perigi
dan rinduku terpatah
di jantung pagi

2009
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |