Showing posts with label Tina Safari. Show all posts
Showing posts with label Tina Safari. Show all posts

Thursday, March 13, 2014

Puisi Makan di Lukisan | Tina Safari

0 komentar

Makan di Lukisan
Tina Safari

Jika aku bisa makan di lukisan
Aku akan melakukannya
Jika aku bisa tidur di lukisan
Aku akan melakukannya
Dua dimensi
Satu bunga di rambutnya
Perdamaian

14 September 2012

Puisi Tentang Cuti | Tina Safari

0 komentar

Cuti
Tina Safari

Aku ambil cuti kemarin.
Pergi saja tanpa ada yang menemani.
Enak-bebas.
Selamat tinggal pikiran,
selamat tinggal tubuhku.
Jiwa bersenang-senang di pantai,
bicara dengan Tuhan.
Tidak ada satu kata,
penuh dengan rasa.
Selamat tinggal hidup di dunia
yang penuh kepalsuan
dan tidak bertanggungjawab
selamat datang mimpi yang sebenarnya.
Ya Allah! Jangan bangunkan,
aku ingin begini terus.
Banyak warna mimpiku,
beban pikiran tak dibawa.
Jam berapa?
Sudah jam setengah tujuh,
harus bangun dong.
Tak jadi,
waktu untuk kembali ke sorga sudah ada,
ternyata ini mimpi terakhir
yang dari dulu ditunggu,
terima kasih!
semua bebanku sudah diambil.
Cutiku lama, abadi.
Hari kerja tak kembali.
Ya Allah! Jam berapa?
Tak tahu?
O, jam karet.
Waktu abadi.
Betapa indah temanku yang baru.
Sajak tak harus ditulis lagi,
karena lingkunganku sudah indah,
kata-kata tak dipakai untuk bergaul.
Ini hidup sesungguhnya,
orang berada saja, baik,
berdoa terus dan tersenyum.
Dunia kasar sudah ditinggal
dengan teman lama, pikiran,
tubuh, jam berapa.
Siapa yang ambil cuti besok?
Selamat datang.

Orang asing akan jadi teman,
tak ada kata kebudayaan lagi,
atau agama.
Kita sudah sama-sama termasuk
Orang yang berkata.

Hallerup…kataku, ditinggal di kereta macet kemarin

30 Januari 2004

Saturday, March 1, 2014

Puisi Pohon Bonsai | Tina Safari

0 komentar

Bonsai
Tina Safari

Indah untuk dilihat
Setiap kali aku membuat sesuatu yang baru
Dengan cepat dan aman, dipotong
Parut bekas luka
Indah bersama usia
Sakit

17 Februari 2013

Thursday, February 20, 2014

Puisi Marah Lagi | Tina Safari

0 komentar

Marah Lagi
Tina Safari

Aku marah seperti anjing rabies
Tetangga bilang:
Kenapa tak melukis rumahmu?

Kenapa aku tak melukis rumahku??!!
Aku tinggal di sini
Kenapa aku tak melukis sesuatu dengan darah?
Seluruh dunia berdarah
Karenanya aku tak punya lukisan
Tidak punya lukisan tentang rumahku
Marah
Berdarah

Ramadhan 2012

Friday, February 7, 2014

Puisi Sifat Tuhan Tersenyum pada Kami | Tina Safari

0 komentar

Sifat Tuhan Tersenyum pada Kami
Tina Safari

Hutan adalah temanku
Pohon-pohon memiliki banyak teman
Yang pertama kutemui di jalan adalah serangga.
Berbicara dengan jamur dan lumut.
Aku pergi.
Air di mana-mana.
Kami mendapati kaki kami basah.
Seorang teman mengirim sms.
Menanyakan apa yang kami lakukan.
Kami tertawa.
Sebenarnya kita tidak bicara.
Kami melihat serangga.
Aku katakan pada temanku:
Kita berdoa dan berpikir tentang Tuhan.


Agustus 2012

Thursday, February 6, 2014

Puisi Tentang Kota Surabaya | Tina Safari

0 komentar

Surabaya
Tina Safari

Setiap kota punya lagu sendiri
Bunyi berisik dan ramai;
Ampel, Kya-kya,
Daerah penuh asap dupa dan sejarah.
Kita mau menjauhi – tidak bisa,
kita mau mendekati – tidak bisa.
Kota penuh suasana lama.
Kota punya kebiasaan sendiri.

Terima kasih, bisa keliling dunia.
Cari apa?
Cari suasana masa kanak-kanak
yang ada di diriku.
Baru saja tengok mimpiku,
baru saja pulang yang benar.

Setiap kota punya lagu sendiri.
Halus buat telinga, damai untuk hati.
Jiwaku penuh suasana lama,
dan hati gembira.

September 2003

Wednesday, February 5, 2014

Puisi Tersenyum | Tina Safari

0 komentar

Tersenyum
Tina Safari

Aku melihat gambar seorang wanita cantik …

Seorang wanita begitu hidup,
seorang wanita dengan tangan lembut
Seorang wanita dengan senyum dan pinggang mesum
Seorang wanita dengan mata begitu dalam
dan hijau seperti lantai hutan
Wanita yang tangannya membelai rambutku
dan dengan lembut mencium bibirku
Wanita yang kadang melankoli kadang periang
Wanita yang kucinta
sebagai alasan berdegupnya jantungku

8 Agustus 2012

Puisi Cinta tak Mungkin I | Tina Safari

0 komentar

Cinta tak Mungkin I
Tina Safari

Sayangku. Cinta tak mungkin.
Kita malam dan siang,
tidak akan bertemu.
Cinta kita luar biasa,
dalam arti di luar kebiasaan.
Aku ikut agama Hindu lewat kami,
Aku bisa nonton agama lain,
lewat kebijaksanaanmu.
Aku bercinta dengan caraku sendiri, lewat kami
Aku bisa coba gaya yang lain,
lewat kehangatan hatimu
Aku suka hari yang biasa, lewat kamu.
Batasanku bisa digeser sedikit,
lewat pikiran terbukamu.
Cinta kita gila, dihukum nasib
yang ada di tanganNya.
Senyum manis, hati yang menangis,
hidup berarti.

Jembatan Swedia-Denmark, September 2003

Thursday, January 23, 2014

Puisi Terima Kasih atas Jawabannya | Tina Safari

0 komentar

Terima Kasih atas Jawabannya
Tina Safari

Tidak ada penyair yang dimasukkan penjara sekarang
nanti saya sampaikan kepada teman-teman di penjara

Malmo, Desember 2003

Puisi Setengah Tiang | Tina Safari

0 komentar

Setengah Tiang
Tina Safari

Naik kereta api jalur yang salah
Aku akan ganti jalur?
Tidak!
Ikut rel yang lurus
dari stasiun ke stasiun di Nordhavn
Cepat dilewati,
bendera diturunkan setengah tiang
SIAPA yang putuskan ke rumah jompo
akan punya tiang bendera?
Betapa indah untuk penghuni
melihat bendera yang ditiup angin,
Teruskan naik kereta jalur yang salah
Saya TIDAK akan pernah punya tiang bendera

20 Oktober 2003

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |